Semifinal Liga Europa, Arsenal Tantang Valencia dan Chelsea Bersua Frankfurt

Empat tim berhasil melaju ke semifinal Liga Europa 2018-2019 usai menyingkirkan lawan-lawannya. Kepastian itu didapat setelah memainkan laga leg kedua perempat final pada Jumat (19/4) dini hari WIB.

Mereka adalah Arsenal, Valencia, Eintracht Frankfurt, dan Chelsea. Kejutan terbesar diraih Frankfurt yang berhasil menyingkirkan raksasa Portugal, Benfica, meski pada leg pertama kalah 2-4 di markas As Aguias – julukan Benfica.

Arsenal melaju ke semifinal usai menyingkirkan Napoli dengan agregat 3-0. Pada laga perempat final leg kedua, Jumat (19/4) dini hari WIB, The Gunners menang 1-0 di San Paolo, markas Napoli. Gol tunggal dihasilkan oleh Alexander Lacazette pada menit 36 lewat tendangan bebas.

Sementara itu, Valencia melenggang ke semifinal usai mengungguli sesama klub Spanyol, Villarreal dengan agregat 5-1. Pada perempat final leg kedua di Mestalla, Los Che menang dengan skor 2-0. Gol Valencia dihasilkan Toni Lato pada menit 13 dan Dani Parejo pada menit 54 lewat tendangan bebas langsung.

Kejutan di babak perempat final dilakukan oleh wakil Jerman, Frankfurt. Kalah 2-4 di markas Benfica pada leg pertama perempat final, mereka mampu melenggang ke semifinal usai menang 2-0 di kandang sendiri, Jumat (19/4) dini hari WIB. Gol Frankfurt dihasilkan oleh Filip Kostic dan Sebastian Rode. Agregat memang sama kuat yakni 4-4. Namun, Frankfurt unggul agresif di kandang lawan lantaran mampu mencetak dua gol pada pertemuan pertama.

Sedangkan Chelsea menjadi tim Inggris kedua yang melaju ke semifinal. Tim asuhan Maurizio Sarri tersebut bisa dibilang selamat dari kejutan yang dilakukan Slavia Praha. Maklum saja, sempat unggul 4-1 di babak pertama, Jumat (19/4) dini hari WIB, gawang mereka dibobol dua kali pada babak kedua dalam tempo 3 menit yakni menit 51 dan 54. Di sisa pertandingan, beruntung lini belakang Chelsea lebih sigap dan mampu mempertahankan skor 4-3. Berkat kemenangan itu, Chelsea unggul agregat 5-3.

Sesuai alur dari drawing perempat final, Arsenal bersua Valencia di semifinal. Sedangkan Chelsea menghadapi Frankfurt. Sorotan jelas tertuju pada Arsenal kontra Valencia. Kedua tim telah 5 kali berjumpa. Sebanyak empat laga terjadi di pentas Liga Champions, dan satu laga di final Piala Winners 1979-1980.

Sejauh ini, dari 5 pertemuan, Arsenal baru meraih 1 kemenangan. Sementara Valencia mendulang 3 kemenangan (termasuk adu penalti di final Piala Winners 1979-1980). Sedangkan 1 laga lainnya berakhir imbang.

Hasil Perempat Final Leg Kedua Liga Europa 2018-2019, Jumat (19/4) Dini Hari WIB
Napoli 0-1 Arsenal (Agregat 0-3)
Valencia 2-0 Villarreal (Agregat 5-1)
Eintracht Frankfurt 2-0 Benfica (Agregat 4-4, Frankfurt lebih agresif di kandang lawan)
Chelsea 4-3 Slavia Praha (Agregat 5-3)

Jadwal Semifinal Liga Europa 2018-2019
Leg Pertama, 2 Mei 2019
Arsenal vs Valencia
Eintracht Frankfurt vs Chelsea

Leg Kedua, 9 Mei 2019
Valencia vs Arsenal
Chelsea vs Eintracht Frankfurt

Chelsea vs Slavia Prague, Siapa Bisa Kelabui Kepa

Chelsea akan melanjutkan ambisi mereka di Eropa dengan menjamu Slavia Prague di leg kedua perempat final Liga Europa, Jumat (19/4) dini hari nanti. Untuk bisa meraih tiket semifinal, mereka tak hanya harus bisa menaklukkan lawan. Tapi juga menjaga kondisi internal klub tetap tenang.

Bukan rahasia lagi jika kondisi internal Chelsea terus dilanda guncangan. Dari mulai ketidakpercayaan kepada pelatih, akan perginya Eden Hazard di akhir musim, hingga pembangkangan Kepa Arrizabalaga sang kiper utama.

Penampilan Kepa memang bak dua sisi mata uang bagi Chelsea. Di Premier League, Kepa kerap jadi bulan-bulanan kritik. Seperti ketika The Blues-julukan Chelsea-keok 0-2 di tangan Liverpool akhir pekan lalu (14/4). Sebaliknya, kiper termahal dunia itu menjelma bak tembok kokoh ketika bermain di Liga Europa.

Sejak leg pertama 16 Besar melawan Dynamo Kyiv, portero 24 tahun itu selalu menutup laga dengan cleansheet. Begitu pula ketika mengantarkan Chelsea memenangi leg pertama 0-1 melawan Slavia Prague di Praha (12/4). Tiga penyelamatannya sukses membuat tim tuan rumah frustrasi.

Kiper Chelsea Kepa Arrizabalaga jadi sasaran kritikan saat tampil di Premier League namun muncul sebagai pahlawan ketika bermain di Liga Europa. (Glyn KIRK / AFP) 

”Jika bukan Kepa yang jadi kiper Chelsea, kami pasti akan mampu mencetak gol,” klaim arsitek Slavia Jindrich Trpisovsky dikutip Tribuna. Nah, Kepa akan bisa menghadirkan kembali kesulitan bagi Slavia pada leg kedua perempat final Liga Europa di Stamford Bridge, London, dini hari nanti WIB.

Empat cleansheet beruntun di kompetisi Eropa bakal ditorehkan kiper asal Spanyol itu. Total di Liga Europa musim ini, Kepa sudah melakukan tujuh kali cleansheet. Jumlah itu sudah menjadikannya sebagai kiper dengan jumlah cleansheet terbanyak di Liga Europa. Kepa mengungguli kiper Arsenal Petr Cech yang baru mengoleksi lima kali cleansheet.

Azpi, sapaan akrab bek Chelsea Azpilicueta, memuji Kepa. Dia membandingkan antara Kepa dengan Cech. ”Dia (Kepa) salah satu alasan terpenting bagi kami agar bermain lebih solid,” sebut Azpilicueta, dikutip situs resmi klub.

Ada yang beda dengan wajah back four Chelsea di depan Kepa dini hari nanti WIB. Bek Gary Cahill berpotensi kembali ke starting eleven Chelsea. Cahill sudah enam laga Eropa tidak dimainkan Sarri. Terakhir, Cahill tampil ketika Chelsea menggilas PAOK empat gol tanpa balas di fase grup (30/11).

5 Pertandingan Terakhir Chelsea
14/04/19: Liverpool 2-0 Chelsea
12/04/19: SK Slavia Prague 0-1 Chelsea
09/04/19: Chelsea 2-0 West Ham United
04/04/19: Chelsea 3-0 Brighton & Hove
31/03/19: Cardiff City 1-2 Chelsea

5 Pertandingan Terakhir Slavia
14/04/19: Slavia 1-1 Sparta Praha
12/04/19: Slavia 0-1 Chelsea
07/04/19: Dukla Prague 1-5 Slavia
03/04/19: Slavia 5-0 MFK Karviná
30/03/19: Slavia 1-1 Slovan Liberec

Perkiraan susunan pemain
Chelsea (4-3-3): Kepa Arrizabalaga; Alonso, Christensen, Cahill, Azpilicueta; Barkley, Kovacic, Kante; Willian, Giroud, Pedro
Pelatih: Maurizio Sarri

Slavia Prague (4-3-1-2): Kolar; Boril, Deli, Ngadeu-Ngadjui, Coufal; Kral, Soucek, Traore; Stoch; Olayinka, Masopust
Pelatih: Jindrich Trpisovsky

Prediksi
Chelsea menang: 50%
Slavia menang: 30%
Imbang: 20%

Napoli vs Arsenal, Demi Harga Diri Italia

Arsenal boleh datang ke Naples dengan membawa bekal kemenangan 2-0 di kandang sendiri pekan lalu. Namun, di tanah Italia, mereka tidak akan mudah mengulang hasil tersebut. Karena ada ambisi besar di kubu Napoli yang lama tak mencium trofi.

Mendatangkan trofi juara yang sudah lama tak singgah. Itulah salah satu alasan Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis kala memulangkan Carlo Ancelotti ke Italia untuk membesut Lorenzo Insigne dkk. Maklum, sudah empat musim lemari trofi Partenopei -julukan Napoli- tak menambah koleksi. Terakhir, trofi Supercoppa Italiana edisi 2014–2015.

Tetapi, di tangan Ancelotti, Napoli terancam tak meraih gelar apapun musim ini. Kecuali, jika mampu memperpanjang napas dalam persaingan Liga Europa. Karena, Liga Europa-lah satu-satunya kans Don Carletto menandai comeback-nya ke Eropa dengan trofi juara. Makanya, selama 90 menit di San Paolo, Jumat (19/4) dini hari nanti jadi penentu harga diri Ancelotti.

Tak hanya Ancelotti. Laga ini juga sarat dengan gengsi bagi Napoli sebagai satu-satunya klub dari Italia yang bertarung di kompetisi Eropa. Karena, Rabu (17/4) kemarin, Juventus sudah tersisih dari perempat final Liga Champions di tangan Ajax Amsterdam.

”Kami satu-satunya klub dari Italia, dan itu yang akan jadi spirit kami tetap bertahan di sini (Liga Europa),” kata Ancelotti, dalam konferensi pers di Castel Volturno-kamp latihan Napoli, tadi malam WIB. Nah Ancelotti tidak ingin mengulangi musim pertama tanpa trofi bersama klub Italia ketika menangani AC Milan pada 2001-2002.

Apalagi, Ultras Napoli sudah kerap membentangkan banner di curva sud San Paolo agar Ancelotti segera membuktikan kapabilitasnya sebagai pelatih juara, terutama pada ajang Eropa. ”Apakah mereka (fans) menginginkan trofi? Saya justru mengharapkan komitmen dari pemain-pemain saya untuk merealisasikannya. Sebab saya bukanlah pesulap,” tutur allenatore 59 tahun itu, kepada Sky Sport Italia.

Mesut Ozil berpeluang melangkah ke semifinal Liga Europa dengan hanya meraih hasil imbang tanpa gol di kandang Napoli. (Ian KINGTON / AFP)

Beban defisit dua gol yang harus dikejar oleh Napoli kalau ingin menyelamatkan musim pertama Ancelotti. Saat leg pertama di London (12/4), Napoli takluk 0-2.  Jika belajar dari pengalaman di Liga Europa musim ini, 25 menit pertama akan sangat krusial bagi pertahanan Napoli. Karena, tiga dari lima gol kebobolan Napoli terjadi pada kurun waktu tersebut.

Toh, Ancelotti mempunyai tiga kata untuk menggambarkan laga ini. ”Keberanian, kecerdasan, dan hati. Itu yang kami butuhkan,” klaim pelatih yang pernah merasakan persaingan dengan The Gunners -julukan Arsenal- semasa masih menukangi Chelsea pada 2009-2011 itu.

”Saya hanya melihat sedikit keberanian kami di awal-awal laga. Saya rasa kecerdasan kami dari dua babak masih belum maksimal. Main dengan hati, itu yang perlu kami masukkan dalam laga Kamis nanti (dini hari nanti WIB),” tambahnya.

Soal harga diri juga diemban Unai Emery, tactician Arsenal. Sama dengan nasib Ancelotti di Napoli, Emery juga terancam nirgelar musim ini. Kompetisi kasta kedua di Benua Biru ini jadi satu-satunya harapan pelatih terbanyak trofi Liga Europa itu musim ini.

Emery mengingatkan atmosfer San Paolo bisa jadi handicap bagi Laurent Koscielny dkk. ”Meski secara progress, kami sudah membaik dan lebih kompetitif pada musim ini. Di mana pun kami ingin memenangi laga,” sebut Emery, dikutip Daily Star.

Ucapan Emery memang mengandung unsur kepercayaan diri tinggi. Namun, faktanya Arsenal selalu kalah dalam dua laga tandang terakhirnya di Liga Europa. Siapa pun yang tersingkir di akhir laga nanti, dipastikan tak bisa menambah koleksi trofi mereka.

Pertemuan Terakhir
12/04/19: Arsenal 2-0 Napoli
12/12/13: Napoli 2-0 Arsenal
02/10/13: Arsenal 2-0 Napoli
03/08/13: Arsenal 2-2 Napoli

5 Pertandingan Terakhir Napoli
14/04/19: Chievo 1-3 Napoli
12/04/19: Arsenal 2-0 Napoli
08/04/19: Napoli 1-1 Genoa
04/04/19: Empoli 2-1 Napoli
31/03/19: Roma 1-4 Napoli

5 Pertandingan Terakhir Arsenal
16/04/19: Watford 0-1 Arsenal
12/04/19: Arsenal 2-0 Napoli
07/04/19: Everton 1-0 Arsenal
02/04/19: Arsenal 2-0 Newcastle
15/03/19: Arsenal 3-0 Stade Rennais

Perkiraan Susunan Pemain
Napoli (4-4-2): 1-Meret; 2-Malcuit, 19-Maksimovic, 26-Koulibaly, 6-Mario Rui; 7-Callejon, 5-Allan, 8-Ruiz, 20-Zielinski; 24-Insigne, 99-Milik
Pelatih: Carlo Ancelotti

Arsenal (3-4-2-1): 1-Cech; 5-Sokratis, 6-Koscielny, 18-Monreal; 15-Maitland-Niles, 34-Xhaka, 29-Guendouzi, 31-Kolasinac; 8-Ramsey, 7-Mkhitaryan; 9-Lacazette
Pelatih: Unai Emery

Prediksi 
Napoli menang: 30%
Arsenal menang: 20%
Imbang: 50%

Kalah Lagi, Pesta Juara PSG Kembali Tertunda

Paris Saint-Germain tinggal membutuhkan satu kemenangan untuk memastikan gelar juara Ligue 1 2018-2019. Namun, pesta juara tim asuhan Thomas Tuchel itu masih tertunda. Pekan lalu, pesta tertunda setelah PSG kalah mengejutkan 1-5 dari OSC Lille.

Pada Kamis (18/4) dini hari WIB, Les Parisiens – julukan PSG, punya peluang untuk menggelar pesta juara. Dengan syarat menang di kandang FC Nantes. Namun, PSG justru kembali menelan kekalahan. Menurunkan pemain-pemain pelapis, PSG kalah 2-3 di kandang Nantes. Ini merupakan laga tunda pekan ke-28.

Dengan kekalahan tersebut, PSG dalam tiga laga beruntun tak memetik kemenangan. Mereka ditahan imbang Strasbourg dengan skor 2-2, kalah 1-5 dari Lille, dan kalah 2-3 dari Nantes. Selain itu, pesta juara mereka pun tertunda kembali.

Kini, PSG berharap bisa menggelar pesta juara pada pekan ke-33 saat menjamu AS Monaco, 21 April. Tentunya akan sangat istimewa andai PSG berhasil menang atas Monaco. Maklum saja, mereka bisa menggelar pesta juara di markas sendiri, Stadion Parc des Princes.

Dalam laga melawan Nantes, PSG sebenarnya sempat unggul lebih dahulu pada menit 19 lewat tendangan Dani Alves. Namun, Nantes bangkit dan mampu mencetak tiga gol lewat Diego Carlos pada menit 22, Majeed Waris menit 44, dan bunuh diri Dani Alves menit 52. PSG hanya mampu memperkecil kedudukan menjadi 2-3 lewat gol Metehan Guclu pada menit 89.

Liga Champions: Juventus 1-2 Ajax

Italia tidak punya wakil di babak semifinal Liga Champions musim 2018-2019. Juventus sebagai wakil terakhir justru menelan kekalahan saat menjamu Ajax Amsterdam di Stadion Allianz, Turin, Rabu (17/4) dini hari WIB.

Juventus awalnya diunggulkan karena bisa menahan imbang Ajax 1-1 di leg pertama lalu. Mereka bahkan sempat unggul lebih dulu berkat gol Cristiano Ronaldo di menit 28.

Namun mental skuad Ajax tidak goyah meski mereka dalam keadaan tertinggal. Berkat kerja keras, tim asuhan Erik Ten Hag sukses menyamakan keadaan di menit 34.

Adalah Donny van de Beek yang bisa menceploskan bola ke gawang Wojciech Szczesny. Berawal dari sepakan Hakim Ziyech, bola justru mendarat di kaki Van de Beek. Para pemain Juventus mengira sang lawan sudah berdiri dalam posisi offside. Namun wasit beserta asistennya punya keputusan berbeda. Van de Beek masih berada dalam posisi onside. Tanpa gangguan, ia sukses menyarangkan si kulit bundar.

Selepas jeda, Juventus menarik keluar Paulo Dybala dan memainkan Moise Kean. Striker 19 tahun itu diharapkan bisa menambah daya gebrak sepanjang babak kedua.

Namun sayang, yang terjadi justru sebaliknya. Juventus kebobolan lagi di menit 67. Kali ini gawang mereka dikoyak oleh Matthijs de Ligt. Ajax unggul agregat 3-2.

Jika ingin lolos, Juventus wajib mencetak dua gol tambahan. Akan tetapi skuad didikan Massimiliano Allegri tak mampu menunaikan misi tersebut. Karenanya mereka gugur di babak perempat final.

Susunan pemain
Juventus: Szczesny; De Sciglio (Joao Cancelo 64′), Rugani, Bonucci, Alex Sandro; Emre Can, Matuidi, Pjanic; Bernardeschi (Bentancur 80′), Ronaldo, Dybala (Kean 46′).

Ajax: Onana; Veltman, De Ligt, Blind, Mazraoui (Sinkgraven 11’/ Magallan 82′); De Jong, Schone; David Neres, Van de Beek, Ziyech (Huntelaar 88′); Tadic.

Liga Champions: Barcelona 3-0 Manchester United

Lionel Messi jadi momok menakutkan buat Manchester United. Meski sudah diwaspadai, pemain kebangsaan Argentina itu tetap bisa menjebol gawang kawalan David De Gea.

Tampil di Estadio Camp Nou pada leg kedua babak perempat final Liga Champions, Rabu (17/4) dini hari WIB, Messi sukses menyarangkan gol di menit 16 dan 20. Gol pertama dilesatkannya lewat sepakan kaki kiri. Bola mengarah tepat ke pojok kanan gawang.

Tak berselang lama, situasi nyaris serupa dilakukan oleh La Pulga. Kali ini bola yang ditendangnya meluncur ke sisi kiri gawang. De Gea kurang sigap dalam melakukan penyelamatan.

Barcelona menang 3-0 atas Manchester United. (Dok. UEFA)

MU seolah mati kutu di pertandingan ini. Pergerakan Jesse Lingard, Anthony Martial, dan Marcus Rashford di lini depan seolah tak memberi kesulitan apapun untuk pemain bertahan Barcelona.

Memasuki paruh kedua, jalannya laga tak banyak mengalami perubahan. Barcelona tetap menguasai bola. Sementara MU masih berusaha mencari celah untuk mengejar ketertinggalan.

Namun situasi Setan Merah makin tidak menguntungkan saat Philippe Coutinho ikut mencetak gol di menit 61. Dari luar kotak penalti, Coutinho melepaskan tembakan terukur ke pojok kiri atas gawang. MU ketinggalan tiga gol.

Skor tersebut bertahan hingga laga usai. Barcelona melaju ke semifinal dengan keunggulan agregat 4-0.

Susunan pemain
Barcelona: Ter Stegen; Sergi Roberto (Nelson Semedo 70′), Pique, Lenglet, Jordi Alba; Busquets, Rakitic, Arthur (Vidal 75′); Coutinho (Dembele 81′), Messi, Luis Suarez.

Manchester United: De Gea; Jones, Smalling, Lindelof, Young; McTominay, Pogba, Fred; Lingard (Alexis Sanchez 80′), Martial (Diogo Dalot 65′), Rashford (Lukaku 73′).

Juventus vs Ajax, Bisa Pakai Trio Baru

Juventus memang lebih diunggulkan untuk meraih hasil maksimal saat menjamu Ajax pada leg kedua perempat final Liga Champions, Rabu (17/4) dini hari nanti. Bermain di kandang sendiri, Juventus Stadium, skuad asuhan Massimiliano Allegri juga mengantongi modal tambahan dari hasil seri di Amsterdam.

Terlebih lagi, Juventus kini tengah senang dengan penampilan penyerang mudah Moise Kean. Performanya kian hari kian menanjak. Terakhir, Kean mencatatkan namanya sebagai pemain di bawah usia 20 tahun yang selalu mencetak gol di empat giornata secara beruntun saat Juve kalah 1-2 di kandang SPAL (13/4).

Allenatore Juventus Massimiliano Allegri bahkan mencatat secara khusus tingginya produktivitas Kean. Meski tak besar, Kean punya kans tampil sebagai starter pada leg kedua perempat final Liga Champions dini hari nanti.

“Memang dia (Kean, red) dalam angka produktivitas yang bagus. Namun dia terlihat sedikit lelah dan jika sudah demikian saya memilih untuk menariknya keluar lapangan,” kata Allegri dalam prematch press conference kemarin (15/4).

Alllegri menambahkan memang ada desakan mengganti Mario Mandzukic yang sejauh ini baru menciptakan satu gol. Akan tetapi eks allenatore AC Milan itu berdalih Kean punya tipe permainan yang beda dengan Kean.

“Saya akan mengevaluasi apa yang harus saya lakukan dan siapa yang saya pasang beberapa waktu sebelum leg kedua dimulai. Dan saya bersyukur punya pemain seperti dia yang siap melakukan apapun,” imbuh Allegri.

Juventus harus mewaspadai gairah besar Ajax meski tampil di kandang sendiri pada leg kedua perempat final Liga Champions. (uefa.com)

Nah, Paulo Dybala yang bertandem dengan Kean ketika lawan SPAL 2013 menurut Allegri juga akan dievaluasi. Dybala harus tampil lebih bagus, menjaga kebugaran tubuhnya, dan siap bermain di laga apapun.

Trio lini depan andalan Allegri sejauh ini adalag Federico Bernardeschi-Mandzukic-Ronaldo. Namun dengan melihat performa Kean, bisa saja trio itu bergeser. Posisi Mandzo, sapaan Mandzukic, diganti oleh Kean.

Kondisi ini tak lepas dari pengamatan pelatih Ajax, Erik ten Hag. Namun dia yakin skuad asuhannya tak pernah gentar dengan nama besar Juventus. “Tim ini (Juventus) lebih baik dibanding Real Madrid. Mereka sangat dewasa dalam bermain. Kami telah tampil apik pekan lalu, dan kami kami akan mengulanginya lagi,” tegas Ten Hag.

Dia menambahkan,”Pada awal musim ini, tak seorang pun yang berharap kami ada di 8 besar Liga Champions. Tapi tim ini telah berkembang dan membuktikan kami mampu bersaing dengan para raksasa. Kami percaya dan yakin akan meraih hasil bagus.”

Dari segi kebintangan para pemainnya, Ajax memang seperti liliput di antara pemain hebat milik Juventus. Namun, Ajax sudah membuktikan mereka mampu mengimbangi Juve di laga pertama di Amsterdam. Kini, Ajax pun tetap berpeluang memberi ancaman meski tampil di kandang lawan.

5 Pertemuan Terakhir
11/04/19: Ajax 1-1 Juventus
26/02/10: Juventus 0-0 Ajax
19/02/10: Ajax 1-2 Juventus
23/11/04: Juventus 1-0 Ajax
15/09/04: Ajax 0-1 Juventus

5 Pertandingan Terakhir Juventus
13/04/19: SPAL 2-1 Juventus
11/04/19: Ajax 1-1 Juventus
06/04/19: Juventus 2-1 Milan
03/04/19: Cagliari 0-2 Juventus
31/03/19: Juventus 1-0 Empoli

5 Pertandingan Terakhir Ajax
13/04/19: Ajax 6-2 Excelsior
11/04/19: Ajax 1-1 Juventus
06/04/19: Willem II 1-4 Ajax
04/04/19: Emmen 2-5 Ajax
31/03/19: Ajax 3-1 PSV

Perkiraan susunan pemain
Juventus (4-3-3): 1-Szczesny; 20-Cancelo, 19-Bonucci, 24-Rugani, 12-Alex Sandro; 5-Pjanic, 30-Bentacur, 14-Matuidi; 33-Bernardeschi, 17-Mandzukic, 7-Ronaldo
Pelatih: Massimiliano Allegri

Ajax (4-2-3-1): 24-Onana; 12-Mazraoui, 4-De Ligt, 17-Blind, 8-Sinkgraven ; 6-van de Beek, 20-Schoene; 22-Ziyech, 10-Tadic, 7-Neres; 9-Huntelaar
Pelatih: Erik ten Hag

Prediksi JawaPos.com
Juventus menang: 50%
Ajax menang: 30%
Imbang: 20%

Arsenal Petik Kemenangan, Emery Ogah Remehkan Napoli

Arsenal meraih kemenangan 2-0 atas Napoli pada leg pertama perempat final Liga Europa 2018-2019. Hasil itu membuat The Gunners memiliki keuntungan untuk menghadapi leg kedua di kandang Napoli. Meski begitu, manajer Arsenal, Unai Emery tetap ogah meremehkan I Partenopei.

Manajer asal Spanyol itu melihat baik Arsenal maupun Napoli memiliki peluang yang sama untuk lolos ke babak selanjutnya.

Terlepas dari itu, Emery menilai kemenangan 2-0 menjadi awal yang baik bagi Arsenal untuk dapat lolos ke babak semifinal. Mereka hanya butuh hasil seri atau hanya kalah selisih satu gol untuk melaju ke semifinal.

Emery sendiri melihat Napoli masih memiliki kemungkinan untuk membalikkan keadaan. Mengingat leg kedua nanti akan digelar di San Paolo, markas Napoli.

“Setiap pertandingan akan sangat sulit. Kami bisa menang di sini (Stadion Emirates) karena merasa kuat dengan adanya suporter dan kepercayaan diri. Pada laga tandang kami akan bertanding melawan tim dan suporter,” jelasnya dilansir laman resmi Arsenal.

“Peluang kami dan Napoli masih sama besar. Kemenangan ini tidak mengubah omongan saya sebelum laga leg pertama. Hasil yang didapat memang bagus dan bisa memberikan keunggulan, tetapi bermain tandang, saya tetap melihat sama. Peluang kami dan Napoli sama,” sambungnya.

Emery mengaku sudah memiliki strategi lain untuk mengantisipasi tekanan dari fans Napoli. Salah satunya adalah dengan tetap menjaga atmosfer kemenangan yang diraih pada leg pertama.

Cara tersebut dia yakini tingkat kepercayaan diri para pemainnya akan terus terjaga. Sehingga mereka dapat fokus pada pertandingan leg kedua perempat final nanti.

Hasil Lengkap Leg Pertama Perempat Final Liga Europa

Dua klub Inggris berjaya di leg pertama babak perempat final Liga Europa. Pada Jumat (12/4) dini hari WIB, Arsenal sukses menaklukkan Napoli. Sementara di laga lain, Chelsea mempermalukan Slavia Praha.

Tampil di Emirates Stadium, Arsenal tidak terbendung sejak babak pertama. Meriam London unggul 2-0 lewat Aaron Ramsey dan gol bunuh diri Kalidou Koulibaly.

Hasil ini menjadi modal bagus buat Arsenal untuk hadapi leg kedua di pekan berikutnya. Sebab mereka baru bisa tersingkir jika sudah kalah minimal tiga gol tanpa balas. Kondisi tersebut jadi tugas berat untuk Napoli yang akan menjamu Arsenal di Stadion San Paolo.

Chelsea menang 1-0 atas Slavia Praha (Guardian)

Bergeser ke Sinobo Stadium, Slavia Praha selaku tuan rumah harus mengakui keunggulan Chelsea. Namun tim asuhan Maurizio Sarri harus susah payah untuk mendapatkan kemenangan ini. Meski tampil dominan, mereka baru bisa unggul di menit 86 lewat gol Marcos Alonso.

Sementara itu, Valencia memenangkan duel dengan sesama klub Spanyol. Tandang ke Estadio de la Ceramica, skuad Kelelawar Mestalla membungkam Villarreal dengan skor 3-1.

Berikut hasil lengkapnya;
Arsenal 2-0 Napoli (Ramsey 14′, Koulibaly *OG 25′)
Slavia Praha 0-1 Chelsea (Marcos Alonso 86′)
Villarreal 1-3 Valencia (Cazorla 36’/ Goncalo Guedes 6′ 90+3′, Wass 90′)
Benfica 4-2 Eintracht Frankfurt (Joao Felix 21′ 43′ 54′, Ruben Dias 50’/ Jovic 40′, Goncalo Paciencia 72′)

Calon Suksesor Cech Siap Membela Timnas Vietnam

Filip Nguyen mengaku siap bila dipanggil untuk memperkuat Timnas Vietnam. Padahal, dia memiliki kesempatan besar untuk menjadi suksesor Petr Cech di Timnas Republik Ceko.

Filip belakangan memang menjadi sorotan berkat penampilan apiknya bersama Slovan Liberec di Liga Utama Ceko. Dia bahkan digadang-gadang menjadi suksesor Cech saat pensiun nanti.

Tak berlebihan memang, karena musim ini penjaga gawang 26 tahun itu tampil mengesankan dengan meraih 10 cleansheet dari 18 penampilan. Performa inilah yang membuat Timnas Vietnam kepincut. Maklum, dia memang memiliki darah Vietnam.

Filip pun siap bila Vietnam membutuhkannya. Apalagi, Filip belum pernah melakukan debut internasionalnya bersama Ceko. Meski diakuinya, dia memiliki kesempatan besar bermain untuk Ceko.

“Setiap pertadingan yang bagus, jelas harus membuat saya main di Timnas. Saya berharap mendapatkan telepon dari salah satu antara Ceko atau Vietnam. Memang, peluang mendapatkan panggilan dari Ceko mungkin lebih tinggi daripada Vietnam,” ungkap Filip dikutip Fox Sports Asia.

Apa yang dilakukan Filip berbeda 180 derajat dengan Emil Audero. Dia bahkan menolak mentah-mentah panggilan Timnas Indonesia. Padahal sejatinya Audero memiliki darah Indonesia.

“Jika VFF memanggil, jelas saya akan senang menerimanya. Saya tak akan menolaknya,” tutup Filip