德媒票选德甲10年最佳中卫:胡梅尔斯第一,范比滕高票

虎扑12月26日讯 德国媒体SPORTBUZZER日前组织球迷评选了德甲联赛过去10年最佳中后卫(每人可投2票),投票结果显示,胡梅尔斯排名第一,博阿滕排名第二,拜仁旧将范比滕也获得高票。具体得票情况如下:

胡梅尔斯(57.6%)、博阿滕(29.8%)、纳尔多(15.3%)、聚勒(14.6%)、范比滕(13.4%)、默特萨克(11.5%)、丹特(8.1%)、赫韦德斯(5.8%)、梅策尔德(5.7%)、金特尔(5.7%)、辛特艾格尔(5.5%)、苏伯蒂奇(5.4%)、奥尔班(4.4%)、索克拉迪斯(4.2%)、马蒂普(3.2%)、帕瓦尔(2.7%)、塔(2.2%)、科雷尔(1.6%)、托普拉克(1.4%)、福格特(1.2%)

Arsenal Bidik Gelandang Juve Ini untuk Gantikan Xhaka

LONDON – Arsenal nampaknya bakal bergerak aktif di jendela transfer musim dingin 2020. Bahkan manajemen The Gunners –julukan Arsenal– sudah memiliki satu nama yang mereka jadikan prioritas transfer di awal tahun depan.

Nama yang dimaksud adalah salah satu pemain tengah milik Juventus, yakni Adrien Rabiot. Ya, manajemen Arsenal memang butuh gelandang anyar untuk mengantisipasi kepergian Granit Xhaka yang belakangan semakin kencang dispekulasikan masa depannya.

Granit Xhaka dan Unai Emery

Terlebih dengan sejumlah kontroversi yang dilakukan Xhaka sejauh ini. Gelandang tim nasional (Timnas) Swiss tersebut kencang diisukan bakal segera angkat kaki dari Emirates Stadium –markas Arsenal– ke tim Liga Inggris lainnya, yakni Newcastle United.

Sementara itu menurut laporan dari Metro, Kamis (26/12/2019), Arsenal siap mendatangkan Rabiot dengan status pinjaman hingga akhir musim 2019-2020, untuk menggantikan peran Xhaka di lini tengah mereka.

Peluang Arsenal untuk bisa memboyong Rabiot dari Juve pada jendela transfer musim dingin 2020 sendiri terbilang cukup besar. Terlebih sejauh ini, Rabiot memang tidak begitu banyak mendapatkan kesempatan tampil bersama Juve.

Adrien Rabiot

Terhitung pemain diboyong dari Paris Saint-Germain (PSG) pada musim panas kemarin dengan status bebas transfer hanya tampil sebanyak 12 kali bersama Juve, dengan belum mampu menyumbangkan satu gol serta assist-nya.

Baca Juga: Dilatih Arteta, Bernd Leno Optimis Arsenal Finis di 4 Besar

Selain Rabiot, Arsenal juga kabarnya tengah membidik sejumlah nama untuk bisa direkrut di bursa transfer musim dingin 2020. Beberapa nama yang masuk dalam daftar bidikan Arsenal ialah Moussa Dembele (Olympique Lyon) serta Thomas Lemar (Atletico Madrid).

Andy Robertson Reveals How Last Season’s Premier League Title Race Has Affected Liverpool This Term

Liverpool left back Andy Robertson says he and his club teammates are still hurting from coming up just short in last season’s Premier League title race.

The Reds had an advantage of seven points in January last season but ended up finishing one behind their rivals as the Citizens won their last 14 games to finish on 98.

While Liverpool would go on to beat Tottenham in the Champions League final, Robertson has revealed the league loss still lingers in the squad as the Merseyside club look to win that first elusive Premier League title.

Andrew Robertson

 ​“Our total of 97 points wins 95% of the Premier Leagues in previous years,” the Scotland international told the Liverpool Echo. “Unfortunately we were in the year where it wasn’t enough.

“For us, that still hurts, missing out after such a fantastic season. It was eased by winning the ​Champions League and we can look back and say it was a successful season. Without the Champions League, though, we couldn’t. It would have been a very long summer.

“We know how important every single game is because every point and every win and last-minute winner and clean sheet last season was so important. We fell short but pushed Manchester City all the way.”

​Liverpool are massive favourites to win England’s top flight this season after charging into a ten-point lead over nearest competitors Leicester – who they play on Boxing Day – with ​City trailing by 11.

Former ​Hull defender Robertson added: “This season, we have got a nice lead just now, but we know if we drop points then the two teams behind us will be ready to pounce.

“We just need to keep them at arm’s length, and if we keep doing that then we keep that gap. That has to be our aim.

Andy Robertson

“We know it’s going to be tough and realistically games are going to get tougher, and if we do drop points then it’s all about bouncing back. We have done that so far.

“Against Manchester United we drew and recovered straight away and have gone on a good run of winning games. Returning from Qatar, we have to pick up where we left off.”

Klopp hanya mampu ungkapkan Wow

MESEJ Krismas daripada Jurgen Klopp kali ini ternyata lain sekali daripada yang sebelum-sebelumnya.

Sambil berulang kali mengatakan dia bukan jenis yang gemar merenung ke belakang kepada peristiwa lalu, namun pengurus Liverpool itu juga manusia biasa yang mudah terbuai-buai oleh sesuatu yang indah.

Laman uk.sports.yahoo.com berkongsi bagaimana jurulatih berbangsa Jerman itu menyorot pencapaian pasukannya sepanjang 2019 dengan hanya satu perkataan: “Wow”.

Skuad The Reds itu ditabalkan Raja Eropah buat kali keenam hasil kemenangan 2-0 ke atas lawan domestik, Tottenham Hotspur, dalam final Liga Juara-Juara UEFA (UCL) di Wanda Metropolitano, Madrid, 1 Jun lalu.

Perebutan kejuaraan Liga Perdana Inggeris (EPL) 2018-19 pula menyaksikan Liverpool terlepasnya dengan perbezaan hanya satu mata dengan Manchester City tapi anak buah Klopp itu kini berkelebihan 10 mata di puncak liga dan memiliki satu perlawanan dalam tangan sambil mereka berkira-kira untuk unggul kali ini.

Liverpool turut menambah Piala Super UEFA dan Piala Dunia Kelab FIFA dalam koleksi mereka di bawah bimbingan Klopp – yang di sebalik bertegas bahawa dia bukan seorang yang gemar merenung ke belakang – menyorot tempoh 12 bulan yang membanggakan dengan menyifatkan pemain-pemainya “raksasa mentaliti”.

“Ia secara alamiah adalah satu tempoh untuk menyorot satu tahun menakjubkan buat pemain-pemain ini, kelab ini, dan tentunya penyokong kami,” tulis Klopp dalam ucapan Krismasnya di laman rasmi kelab itu.

“Saya fikir anda sudah cukup mengenali saya, saya bukanlah jenis yang gemar memandang ke belakang, tidak ketika masih ada kerja yang perlu dilakukan.

“Tapi bagaimana saya boleh tidak mengendahkan apa yang kami semua alami tahun ini?

“Saya hanya ada satu perkataan untuknya: Wow.

“Saya sangat bangga dengan banyak perkara, pertamanya untuk semua orang yang memiliki peluang meraikan Liverpool sebagai pemenang trofi sekali lagi.

“Untuk sepanjang hayat saya, saya tidak akan lupakan malam itu di Madrid dan keesokannya di Liverpool sambil kami membawa pulang trofi UCL.

“Saya masih ingat saya pernah berkata bandaraya ini (Liverpool) akan ‘meledak’ apabila kami memenangi trofi tapi saya mungkin telah memandang rendah kepadanya sedikit.

“Semua pemandangan itu… Saya tidak dapat memikirkannya sekarang tanpa membuat bulu roma saya berdiri.

“Hari itu, anda membuat kami mengharungi semua jenis emosi dan apabila saya bertentang mata dengan orang ramai dari atas bas, ia mengukuhkan apa yang saya tahu sejak 8 Oktober 2015 – saya adalah lelaki paling bertuah untuk menjadi sebahagian kelab ini, sebahagian keluarga istimewa ini.

“Hakikat bahawa kami juga dapat menyusuli kejayaan UCL dengan dua lagi trofi — Piala Super dan Piala Dunia Kelab FIFA — di samping minggu demi minggu dalam Liga Perdana, menceritakan segala-galanya mengenai pemain-pemain ini.

“Secara serius, saya tidak mungkin lebih bangga dengan menjadi pengurus pemain-pemain ini.
“Saya telah menggelar mereka ‘raksasa mentaliti’ pada detik berbeza sepanjang 2019 kerana mereka terus menghasilkan (kemenangan) tanpa mengira apa keadaannya.

“Sudah tentu ini tidak mungkin lebih baik daripada malam kami menentang  Barcelona di Anfield apabila mereka memberikan lebih daripada 100 peratus, mereka mengerah diri mereka sehabis maksimum dan menghasilkan sesuatu yang istimewa.”

5 Arsenal Players Mikel Arteta Should Sell During the January Transfer Window

​On Boxing Day, Mikel Arteta will take charge of his first game as Arsenal manager, the Gunners travelling to the south coast for a clash with Bournemouth.

After the meeting with the Cherries, the Spaniard will have just one more match before he can start making changes to his squad, with the north London outfit welcoming Chelsea to the Emirates Stadium on 29th December. If Arteta and Arsenal are to end the season on a high, they’ll need to be rather active during the January transfer window.

There are a number of positions in the team that desperately need strengthening. However, if they’re to make the necessary additions to the side, the ​Gunners must shift some of the deadwood currently littering the Emirates.

Here’s five Arsenal players Arteta should look to move on next month.


Granit Xhaka

Granit Xhaka

He may have been reintegrated following a petulant gesture towards his own fans back in October, but Granit Xhaka is not fully forgiven.

The midfielder was stripped of the club captaincy for his behaviour in the 2-2 draw with ​Crystal Palace, with that incident showing he lacks the character needed to succeed at the top level.

Of course, it’s not just Xhaka’s attitude that falls short of the required standard. He’s been a liability for the entirely of his career in north London, and the team are often worse with the Swiss around.

He’s self-destructive, so the Gunners should rinse themselves of Xhaka before he deals any more damage. ​Hertha Berlin seem to be interested, and Arsenal would be well advised to sell him to the ​Bundesliga side.


Shkodran Mustafi

Shkodran Mustafi

It’s really not an overstatement to say the £36m purchase of Shkodran Mustafi was the worst signing Arsenal football club have ever made.

How he’s still kicking around at the Emirates is just baffling. The Gunners should have sold him during the last transfer window…and the transfer window before that…and the one before that. You get the picture.

Arsenal have to accept they’ll never get their money back, having been conned by Valencia into paying a ludicrous fee for Mustafi. The sooner he’s gone, the sooner Arteta can start working on bringing in a reliable defender.


Calum Chambers

Calum Chambers

Calum Chambers isn’t a bad centre-back, but he’s never going to be ​Champions League quality. He’ll probably never be Europa League quality, either.

Arsenal have to be admired for their faith in the Englishman, who’s been with them since 2014 after switching from ​Southampton for £16m.

When he joined, Chambers was a teenager with huge potential. Fast forward half a decade, and he’s a fully-grown man who never really kicked on and took his game to the next level.

The 24-year-old isn’t getting any better. It’s high time the Gunners cashed in and looked for a new face to build their defence around.


Konstantinos Mavropanos

Konstantinos Mavropanos

Over the course of his two full campaigns as an Arsenal player, Konstantinos Mavropanos has made a grand total of four ​Premier League appearances for the club. Like Chambers, he’s another who just isn’t going to make the grade for the Gunners.

It’s clear the centre-back lacks the quality to challenge for a starting berth. Competition for places is essential as Arteta aims to get the team back up and running, and Mavropanos cannot help in that regard.

If the Greek is sold in January, the money Arsenal recoup can spent on a defender who’ll actually bring something to the squad, rather than simply make up the numbers.

It should be clear where Arteta should focus in terms of revamping the side. He’s inherited a woeful defensive line, and it’ll take plenty of chopping and changing before he’s fixed the Gunners’ issues at the back.


Joe Willock

Joe Willock

Joe Willock reminds me of Arsenal academy graduate Kieran Gibbs. Not for his playing style, but for the way he is treated by the coaching staff at the club.

It’s as though they’re desperate for him to come good and be their new homegrown star, overlooking the youngster’s mediocre talents because he’s been in the academy since the age of five.

This is the world of top-level sport. It’s cutthroat, and there’s no room for sentiment. Arsenal must cut ties with squad members like Willock. They’re a drain on the team, and will never be good enough to get the Gunners back in Champions League contention. [Editor’s note: this entry is absolutely melted and I do not endorse it]

HLV trưởng Sint-Truidense giải thích lý do không sử dụng Công Phượng

HLV tạm quyền của CLB Sint-Truidense ông Nicky Hayen khẳng định rằng Công Phượng không được sử dụng nhiều là vì không phù hợp chiến thuật.

Sau 3 lần xuất ngoại, Công Phượng đã không để lại nhiều dấu ấn và có thể coi đó là thất bại với mục tiêu chinh phục những thử thách mới. Mới nhất, tiền đạo gốc Nghệ An sẽ đầu quân cho CLB TP. Hồ Chí Minh theo một bản hợp đồng 6 tháng, sau quãng thời gian không mấy tốt đẹp ở Sint-Truidense.

Nguyen Cong Phuong

HLV tạm quyền của đội bóng nước Bỉ, ông Nicky Hayen nói:

“​Chúng tôi khó có thể đổ lỗi cho Công Phượng. Đó là một cầu thủ lịch sự, thân thiện và luôn hết mình trong tập luyện. Tôi có thể khẳng định điều đó dù mới chỉ trở thành HLV trưởng được một thời gian ngắn. Tôi đã tiếp xúc với Công Phượng từ trước đó rồi”.

“Tuy nhiên, các cầu thủ khác đều được trao cơ hội thi đấu còn Công Phượng thì không. Lý do là gì? Tôi nghĩ Công Phượng không phù hợp với sơ đồ 5-4-1 mà chúng tôi đã và đang sử dụng ở thời điểm hiện tại”.

“Chúng tôi đánh giá cao một cầu thủ phải làm được nhiều việc trong một trận đấu, đặc biệt khi mất bóng. Bên cạnh đó, đòi hỏi vấn đề thể chất ở mức cao. Tôi có thể ví dụ về tiền đạo Yohan Boli. Cậu ấy rất được trọng dụng vì những gì làm được trên sân còn Công Phượng đang giữ một thói quen khó bỏ từ quê nhà”.

“Ở Việt Nam, cậu ấy chỉ phải nghĩ về các đợt tấn công, không bao giờ phòng ngự. Điều này giống với một đồng đội của tôi trước đây. Anh ta tin rằng đằng sau mình có những người khác đảm nhận công việc này. Tuy nhiên, ai biết được nếu Công Phượng có thêm thời gian để điều chỉnh thì sẽ thế nào. Chúng tôi không bao giờ biết được điều ấy nữa”.

Để có được Phượng, CLB TP. Hồ Chí Minh đã đồng ý bỏ ra số tiền lên tới 100.000 euro (2,5 tỷ) để đưa cầu thủ này về chơi ở V-League 2020.

德媒:多特蒙德准备与皮什切克续约

多特蒙德功勋球员皮什切克的合同将在赛季末到期,据德国媒体“足球转会网”的消息,多特计划与皮什切克续约。

之前的采访时,皮什切克就表示:“我能够想象在多特继续踢一年。”报道称多特蒙德已经做好准备与皮什切克续约,尤其是可能难以留住阿什拉夫的情况下。本赛季末阿什拉夫的租借合同即将到期,多特没有阿什拉夫的买断条款。

เดี๋ยวเจอกัน ! ซิซู ยก เป๊ป เจ๋งที่สุดในโลก ก่อนดวลกันรอบน็อคเอ้าท์ใน UCL

ซีเนดีน ซีดาน เฮดโค้ชของ เรอัล มาดริด กล่าวถึง เป๊ป กวาร์ดิโอลา ผู้จัดการทีม ​แมนเชสเตอร์ ซิตี้ ทีมดังจากศึก ​พรีเมียร์ลีก ซึ่งทั้งคู่จะเจอกันในรอบ 16 ทีมสุดท้ายในศึก​ ยูฟา แชมเปี้ยนส์ลีก ว่าเป็น ‘โค้ชที่ดีที่สุดในโลก’

“มันเป็นเรื่องที่พิเศษที่จะได้เจอกับเขา ผมเคยเจอขาในสนามหลายครั้งมื่อตอนที่ยังเล่นฟุตบอล ผมให้ความเคารพเขาในฐานะนักเตะที่ดีคนหนึ่ง”

“และตอนนี้ในฐานะโค้ช ผมคิดว่าเขาเป็นโค้ชที่เก่งที่สุดในโลก ซึ่งเขาได้แสดงให้เห็นมาแล้วตลอดเส้นทางอาชีพของเขา” ซิซู กล่าว

มาดริด มีคิว เปิดบ้านต้อนรับการมาเยือนของทีม เรือใบสีฟ้า ที่ ซานติอาโก้ เบอร์นาเบว ในวันที่ 26 กุมภาพันธ์นี้ และทั้งคู่จะลงเล่นในเลกที่สองที่ เอติฮัด สเตเดั้ยม ในวันที่ 19 มีนาค

Valverde Akui Griezmann Butuh Waktu untuk Adaptasi

BARCELONA – Sejak bergabung dengan Barcelona pada bursa transfer musim panas 2019, Antoine Griezmann belum bisa tampil konsisten dalam performa terbaiknya. Menanggapi hal itu, Pelatih Barca, Ernesto Valverde, tidak memungkiri kalau Griezmann membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem permainan Blaugrana.

Valverde memaklumi apabila Griezmann kesulitan untuk menampilkan performa terbaiknya di Barca. Pasalnya, klub Griezmann sebelumnya, yakni Atletico Madrid, lebih cenderung bermain bertahan. Hal itu tentunya berbeda dengan Barca yang memainkan umpan-umpan pendek.

Antoine Griezmann

Sementara itu, di Timnas Prancis, Griezmann justru kerap dijadikan trequartista dan second-striker, karena pos penyerang utama ditempati Olivier Giroud. Sedangkan di Barca, Griezmann justru sering ditempatkan sebagai winger.

Kendati demikian, Valverde tetap mengapresiasi kinerja yang dilakukan Griezmann selama ini. Ia juga menyebut kalau seiring berjalannya waktu Griezmann semakin menyatu dengan tim. Apalagi Griezmann tidak hanya bisa diandalkan dalam membangun serangan, namun juga saat bertahan.

“Saya bisa melihatnya semakin terintegrasi. Tidak mudah bagi pemain yang datang dari gaya permainan yang sama sekali berbeda dalam hal pelatihan dan kompetisi. Dia adalah pemain yang memberi kami banyak hal. Dia bukan hanya pencetak gol yang hebat, dia juga memberikan assist dan memiliki tingkat kerja yang hebat,” sebut Valverde, menyadur dari Barca Blaugranes, Rabu (25/12/2019).

Antoine Griezmann

“Untuk tim seperti kami, penting untuk memiliki pemain seperti itu yang dapat terhubung dengan lini tengah dan tahu kapan ia harus membantu bek sayap. Dia melakukan pekerjaan dengan baik untuk kami dan kami sangat senang dengannya,” tukas Valverde.

Ibu terkenang perangai arwah Izuan

KOTA BHARU: Ibu kepada jurulatih badminton Allahyarham Izuan Ibrahim antara insan yang paling sedih atas ‘kehilangan’.

Ragayah Mohd Noor, 58, berkata, dia masih terkenang sikap Allahyarham yang sentiasa ceria serta menjadi penyeri dalam keluarga.

Katanya, anak ketiga daripada lima beradik yang juga tunggal lelaki dalam keluarga sangat disenangi rakan-rakannya.

“Arwah suka membuat lawak dan kehadirannya sangat dirindui keluarga setiap kali berkumpul. Arwah selalu membuat mimik muka kelakar. Dia tidak pernah lupa untuk pulang ke rumah serta meletakkan keutamaan untuk menjenguk saya di sini.

“Dia anak yang sangat baik, apabila berkumpul pada hari raya atau keraian, dialah penyeri, kehadirannya selalu disedari ramai kerana telatahnya yang mesra,” katanya yang sebak ketika ditemui di rumahnya di Taman Uda Murni di sini hari ini.

Izuan anak kelahiran Kelantan yang namanya dikenali rakyat Malaysia apabila membantu Jepun menjuarai Piala Thomas buat pertama kali pada tahun 2014 sebagai jurulatih.

Ragayah tidak dapat menahan sebak setiap kali menerima salam takziah daripada keluarga dan kenalan namun tetap reda dengan pemergian itu.

Ragayah berkata, minat Allahyarham terhadap badminton bermula sejak kecil seawal usia lapan tahun yang diwarisinya daripadanya Ragayah sendiri dan dilatih dengan arwah Hashim Ihsan serta Misbun Sidek.

“Arwah ada juga memberitahu saya dia sedih meninggalkan Jepun dan pemain Jepun juga sayang padanya namun semangat untuk berbakti kepada negara sendiri lebih kuat menyebabkan dia balik ke Malaysia.

“Tinggal tujuh hari sahaja lagi untuk dia berbakti bersama BAM (Persatuan Badminton Malaysia) namun ALLAH lebih menyayanginya. Kami sekeluarga reda dan sudah tentu ada hikmah di sebalik ujian ini,” katanya.

Sementara itu, bekas anak didik Allahyarham yang berasal dari Johor, Muhammad Affan Atabek Baharuddin, 17, sempat menerima pesanan terakhir daripada bekas jurulatih persendiriannya itu.

Katanya, arwah berpesan supaya dia meneruskan perjuangan dalam sukan badminton dan terus menggunakan ilmu yang pernah dicurahkan walaupun dia sudah tiada suatu hari nanti.

“Arwah sepatutnya ke Jepun bersama sama untuk berlatih badminton namun hanya saya yang pergi kerana dia jatuh sakit. Walaupun hanya dua bulan sempat menjadi jurulatih peribadi, saya sudah menganggapnya seperti abang kandung.

Muhammad Affan Atabek (kanan) yang tidak dapat menahan sebak terkenan pesanan terakhir arwah kepadanya.

“Arwah tidak lokek dan sangat profesional ketika melatih serta suka memberi motivasi. Beliau juga berpesan supaya saya memanfaatkan ilmu yang diajarkan walaupun saya berada di bawah jagaan jurulatih lain. Itu nasihat terakhirnya sebelum dia sakit,” katanya sebak.

Allahyarham menghembuskan nafas terakhir pada jam 7.20 malam semalam di Hospital Universiti Sains Malaysia (HUSM), Kubang Kerian.

Sebelum itu Allahyarham diberi bantuan pernafasan dan ditempatkan di Unit Rawatan Rapi (ICU) sejak 19 Disember lalu selepas dikesan mengalami pendarahan otak susulan muntah-muntah akibat migrain seterusnya tidak sedarkan diri.

Allahyarham meninggalkan seorang balu, Siti Marsyhtah Muhammad dan tiga anak.

Jenazahnya Izuan selamat dikebumikan di Tanah Perkuburan Kampung Banggol Pantai Cahaya Bulan di sini malam tadi.