Manchester United v Sunderland – Premier League | Jan Kruger/Getty Images
Mới đây, cựu HLV của Manchester United David Moyes đã nói về áp lực của HLV trưởng của đội bóng này.
Trận thua trước Istanbul Basaksehir tại Champions League đã đẩy tình thế của HLV đương nhiệm của Manchester United vào vị trí khó khăn. Đã sau 2 trận đấu liên tiếp, Manchester United đã thể hiện hình ảnh cực kỳ bạc nhược và không thể nào thể hiện được mình.
Thậm chí đã có nhiều nguồn tin cho rằng Manchester United, mà cụ thể ở đây là giám đốc của đội bóng Ed Woodward đang liên hệ với Mauricio Pochetino và Julian Nagelsmann cho một vị trí tại Old Trafford.
Đây là thông tin khiến cho giới chuyên môn tại xứ Sương mù rúng động. Tuy nhiên, cũng không ít CĐV cảm thấy bất ngờ. Bởi lẽ, HLV Ole Gunnar Solskjaer từng được hậu thuẫn với khá nhiều bản hợp đồng bom tấn như Harry Maguire, Donny van de Beek hay Bruno Fernandes.
Dù vậy, với việc đội chủ sân thi đấu thiếu ổn định, nhà cầm quân 47 tuổi đang đứng trước nguy cơ khá cao sẽ bị sa thải trước thời hạn. Và trong diễn biến mới nhất, HLV David Moyes cũng gửi thông điệp đáng chú ý đến đồng nghiệp của mình.
“Tất cả các HLV đều phải chịu áp lực mà thôi. Ở United, áp lực đó sẽ nặng hơn so với khi bạn dẫn dắt bất kỳ CLB nào trên thế giới. Chúng ta đều biết chuyện gì sẽ xảy ra nếu bạn không giành chiến thắng mà”, Manchester Evening News dẫn lời chiến lược gia người Scotland.
London: Cristiano Ronaldo mungkin pemenang lima kali Ballon d’Or dan salah seorang selebriti paling popular di dunia tetapi dia juga kadang-kadang perlu menunggu lama untuk mendapatkan meja dalam restoran.
Penyerang Juventus berusia 35 tahun itu keluar makan malam pra Krismas bersama teman wanitanya, Georgina Rodriguez dan anak mereka, Cristiano Jr pada Disember 2018.
Tetapi selepas menerima panggilan dan menerima tempahan untuk tiga orang di Casa Fiore di Turin, pemilik restoran terbabit tahu keadaan pasti sesak malam itu.
Chef Davide Fiore menawarkan Ronaldo meja pada jam 9.30pm dengan harapan pelanggan lain meninggalkan restoran tepat pada masanya tetapi Ronaldo & Co tiba awal 90 minit.
Tetapi mereka tidak menunjukkan sebarang rasa tidak puas hati dengan Fiore melabelkan supestar itu seorang budak baik.
Layanan mesra kakitangan restoran terbabit memikat hati Ronaldo dan sejak itu dia menjadi pelanggan tetap Restoran Piedmontese yang menyediakan hidangan Itali dan Mediterranean.
DAVIDE Fiore (kiri) kagum dengan sikap merendah diri Ronaldo. FOTO Instagram / Ristorante CASA FIORE Torino
Fiore memberitahu Tuttosport: “Ia sukar dilupakan, seperti berada dalam filem. Ketika saya berada di rumah menyiapkan hidangan malam, saya mendapat panggilan yang tak pernah saya jangkakan.
“Seorang lelaki menempah meja tiga orang untuk Cristiano Ronaldo pada jam 9.30pm.
“Sudah tentu saya kata ya tetapi kemudian saya terfikir. Sekarang apa saya perlu lakukan?. Saya tahu tempat itu sudah tentu penuh tetapi tempahan untuk Ronaldo dibuat berdasarkan masa tempahan 7.30pm akan tamat jam 9.30pm.
“Untuk jalan selamat, saya meminjam meja daripada restoran bersebelahan dan meletakkannya di sudut.
“Cristiano, Georgina dan anak mereka, Cristiano Jr, tiba jam 8pm. Saya berkata kepada diri saya, ‘Apa patut saya buat?’
”Semua pelanggan tercengang dan tidak bercakap malah tiada yang mahu bangun, mereka teruja melihat CR7.
“Jadi saya bawa Cristiano duduk di meja kecemasan tetapi masa terus berlalu dan tiada siapa meninggalkan meja. Cristiano tidak menunjukkan sebarang rasa tidak puas hati dan Georgina serta anaknya menyenanginya.
“Pada masa itu saya menyedari, walaupun Ronaldo bergelar superstar bola sepak dunia, tetapi paling penting dia tetap merendah diri dan baik hati.
“Saya sudah melihat ramai orang yang tidak terkenal seperti dia akan meninggalkan tempat ini tak sampai lima minit ketika berdepan situasi sama malah berjalan keluar dengan ego.
“Dia sebaliknya tenang menunggu di meja hampir empat puluh minit. Empat hari kemudian dia datang kembali. Sejak itu diak kerap datang sehingga seminggu sekali malah kadang-kadang dengan ejennya, Jorge Mendes.”
Ronaldo terpaksa menjalani kuarantin lebih dua minggu selepas positif koronavirus bulan lalu. Namun selepas kembali beraksi dengan menjaringkan dua gol untuk Juventus pada Ahad lalu, dia tidak ragu-ragu mahu menikmati hidangan di Casa Fiore.
Fiore menambah: “Saya jangka dia akan datang minggu ini, mungkin selepas aksi Liga Juara-Juara.”
TURIN – Juventus memulai Liga Italia 2020-2021 dengan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang. Itu membuat Juventus menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 12 poin.
Posisi Juventus sekarang membuat sang legenda, Alessandro Del Piero, memperingati mantan timnya. Ia meminta Juventus berhati-hati karena ada ancaman besar menanti mereka di Liga Italia.
Ancaman yang dimaksud Del Piero adalah Atalanta, Lazio, dan Inter Milan. Menurut pria asal Italia itu, ketiga tim tersebut adalah penantang utama Juventus dalam perburuan trofi Liga Italia.
Del Piero menilai dua di antara ketiga tim itu, yaitu Inter dan Atalanta, merupakan kandidat serius untuk scudetto. Meski begitu, Del Piero tidak mengesampingkan Lazio yang dinilainya juga memiliki kualitas untuk bersaing.
“Inter dan Atalanta adalah kandidat serius untuk scudetto. Lazio memiliki kualitas, tetapi harus berurusan dengan komitmen ganda di Coppa Italia,” kata Del Piero kepada Sky Sports, mengutip dari Football Italia, Sabtu (7/11/2020).
Peringatan Del Piero seharusnya didengarkan Manajer Juventus, Andrea Pirlo. Sebab, Inter, Atalanta, dan Lazio adalah tim-tim yang menyulitkan La Vecchia Signora –julukan Juventus– pada musim lalu.
Juventus bahkan akan melawan salah satu di antara ketiga tim itu pada Minggu 8 November 2020, sore WIB. Juventus akan melawat ke kandang Lazio, Stadion Olimpico. Juventus butuh tiga poin untuk memperbaiki posisinya, tetapi Lazio tidak akan mengalah begitu saja.
Lazio pun datang dengan membawa modal positif ke pertandingan akbar tersebut. Gli Aquilotti –julukan Lazio– tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir mereka pada musim ini.
BACA JUGA: Live Streaming Lazio vs Juventus Bisa Disaksikan di RCTI+
Lazio meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang sebelum berjumpa Juventus. Tren positif itu meningkatkan kepercayaan diri Lazio jelang pertandingan kontra Juventus. Lazio tidak mau tren positifnya terhenti pada akhir pekan ini.
Pertandingan Juventus kontra Lazio diprediksi akan berjalan sengit sejak menit pertama. Kedua tim diperkirakan bermain terbuka sehingga akan terjadi banyak gol pada Minggu sore nanti.
Southampton moved top of the Premier League with a 2-0 win over Newcastle | Robin Jones/Getty Images
[Saints fans, ignore this first paragraph] On October 25, 2019, Southampton fell 9-0 to Leicester City and found themselves at perhaps the lowest point of their top-flight tenure.
A little over 12 months later, and they find themselves top of the Premier League table.
Ralph Hasenhuttl’s side climbed to the top of the mountain thanks to a 2-0 win over Newcastle that did not flatter them whatsoever. In fact, they could have easily had five or six, which is the kind of scoreline usually reserved for the division’s elite.
That defeat to Leicester was the kick up the backside that Southampton needed to get their heads on straight. Hasenhuttl will likely have whipped out the hairdryer soon after, but most importantly, he came up with a plan to recover.
Doing away with a 3-5-2 in favour of a balanced 4-4-2ish, Hasenhuttl has managed to get his side pressing all over the pitch and demanding space, and the Saints are good enough to take advantage of all of that.
They’re now a fluid unit who are all determined to work hard for the good of the team. At the back, Jannik Vestergaard is the first point of attack, with his passes either bypassing the midfield towards Che Adams, Theo Walcott or Danny Ings, the latter of whom is currently sidelined through injury.
In midfield, you’ve got the excellent little-and-large duo of Oriol Romeu and James Ward-Prowse. Romeu’s destructive ball-winning is complimented by Ward-Prowse’s metronomic passing, but both players are prepared to switch roles when needed. Against Newcastle, this rotation was overwhelmingly effective as the Magpies’ midfield didn’t know what to do.
Walcott, Adams, Moussa Djenepo and Stuart Armstrong make up the attacking line, and they’re usually joined by right-back Kyle Walker-Peters, who is surely flirting with an England call-up on the back of his recent form. Yes, England have another promising right-back.
Southampton looked devastating in attack, and this was without the man who has five goals already this season, and who bagged 22 last year.
This is a side who know their identity and are determined enough to impose that on others. Hasenhuttl has organised his Saints perfectly, and they now look like a side capable of asking questions of any defence on the planet.
Sure, there’s still a long way to go before they can be seen as genuine title threats, but based on performances like this, Southampton will be expecting to be in the race for European football this year, and justifiably so.
Who’d have thought that losing 9-0 could be the best thing that ever happened to Southampton?
Istanbul Basaksehir v Manchester United: Group H – UEFA Champions League | DeFodi Images/Getty Images
Tiền vệ ngôi sao của Quỷ đỏ đã nói lên lý do tại sao Manchester United thua trận trước Istanbul
Vào đêm qua, Manchester United đã không thể duy trì mạch thắng tại đấu trường Champions League sau khi bất ngờ để thua trước Istanbul trên sân khách. Thực tế, kết quả này có thể nói là một cú sốc đối với phần đông CĐV Quỷ đỏ, vì Istanbul chỉ được đánh giá như đội “lót đường”.
Hành quân đến Thổ Nhĩ Kỳ, HLV Ole Gunnar Solskjaer đã rất mạo hiểm khi bố trí đến 3 tiền vệ tấn công trong tuyến giữa, tất cả họ đều không đáp lại kỳ vọng đến từ Solsa. Đơn cử như Bruno Fernandes, người vừa trải qua một trận đấu thực sự đáng quên.
Chúng tôi đã làm sai mọi thứ. Cường độ trận đấu đã không tốt kể từ đầu trận. Họ sớm tìm được bàn thắng, và sau đó thì trận đấu trở nên phức tạp với chúng tôi. Đội đã cố gắng cho đến phút cuối cùng, nhưng tôi nghĩ vấn đề là chúng tôi đã nhập cuộc chậm trễ.
Chúng tôi có thể làm tốt hơn nhiều, mọi người đều cảm thấy điều đó. Chúng tôi biết rằng mình không thể để thủng lưới những bàn thua như vậy, nhưng giờ là lúc để nhìn lại xem những gì mà đội đã làm sai, để cải thiện nó trong những trận đấu tiếp theo.
Đội bóng cần làm tốt hơn nhiều, và chúng tôi cần phải dùng hành động hơn là lời nói vì trận đấu sắp tới sẽ là một cuộc đối đầu khó khăn.”
Alor Setar: Pemain muda posisi tengah Kedah, Fadzrul Danel Mohd Nizam kini bersedia menghadapi cabaran besar bersama skuadnya apabila melayan kunjungan ‘gergasi pantai timur’ Pahang dalam aksi perlawanan pusingan pertama Piala Malaysia di Stadium Darul Aman malam esok.
Perlawanan secara format ‘kalah mati’ yang diperkenalkan pada musim ini memberi memberi cabaran baharu buat dirinya yang sedang menempa nama sebagai pemain tengah tempatan yang berpotensi untuk masa depan seperti yang Kedah perlukan.
“Saya kini mempersiapkan diri bersama pasukan untuk menempuh satu perlawanan yang dianggap besar menentang Pahang walaupun kita tahu Piala Malaysia baru sahaja hendak bermula dengan perlawanan pertama.
“Sebagai pemain muda saya harus bersedia pada bila-bila masa sekiranya nama saya dipilih oleh ketua jurulatih untuk beraksi bagi membantu pasukan yang mahu mendapatkan kemenangan bagi melayakkan diri ke peringkat suku akhir saingan ini.
“Saya sedar bukan tugas mudah buat kami menghadapi Pahang, tetapi fokus serta semangat kami hanyalah satu, iaitu mahu menang.. dan kami perlu lakukan tugas dengan penuh tekad dan secara berpasukan dalam menghadapi segala rintangan bersama.” katanya.
Pemain kelahiran Sungai Petani berusia 22 tahun yang dilanjutkan tempoh kontrak dari tiga tahun ke lima tahun oleh Persatuan Bolasepak Kedah (KFA) pada musim lalu ini juga mengakui beraksi di Stadium Darul Aman mampu membakar semangat pemain untuk terus berjuang sepanjang tempoh penting 90 minit perlawanan berlangsung.
“Saya berharap segala persiapan dan perancangan kami akan berjalan dengan lancar dan teratur di bawah kendalian Ketua Jurulatih Aidil Sharin Sahak yang mahukan aksi terbaik buat Kedah untuk saingan ini.
“Apapun kami perlu teruskan komitmen seperti yang kami tunjukkan sebelum ini dan tidak kisah siapa yang menjaringkan gol asalkan kami dapat meraih kemenangan yang dicari.” katanya.
Kehadiran Fadzrul Danel pada musim lalu mendapat perhatian penyokong apabila pemain yang dilanjutkan kontrak dan disertakan dengan harga tanda tebus nilai sebanyak RM5 juta oleh KFA ini berjaya membantu skuad Kedah melalui gol sulung untuk Kedah menjulang Piala FA pada musim 2019.
RAZGRAD – Tottenham Hotspur pulang dengan membawa tiga poin dari markas Ludogorets di matchday ketiga Grup J Liga Eropa 2020-2021 pada Jumat (6/11/2020) dini hari WIB. Bermain dengan menurunkan beberapa pemain andalannya, Tottenham mampu melibas tim tuan rumah dengan skor 3-1.
Pelatih Tottenham, Jose Mourinho, merasa senang timnya bisa membawa pulang tiga poin dari Razgrad, Bulgaria. Namun, sejak awal Mourinho memang sudah memprediksikan bahwa Tottenham bisa menang atas Ludogorets.
Bahkan menurut pelatih asal Portugal itu, Tottenham tak perlu bermain dengan sangat baik untuk dapat mencuri tiga poin dari Ludogerets. Sebab menurut Mourinho, Tottenham adalah tim yang jauh lebih hebat dari lawannya tersebut.
“Tottenham adalah tim yang lebih baik (dari Ludogorets), dengan memiliki pemain yang lebih baik juga. Jadi, kami tidak perlu bermain sangat, sangat baik untuk dapat memenangkan pertandingan tersebut,” ucap Mourinho, dilansir dari Football London, Jumat (6/11/2020).
Meski mengetahui Tottenham bisa menang dengan mudah atas Ludogorets, namun Mourinho nyatanya tetap meminta kepada Harry Kane dan kawan-kawan untuk bermain serius. Dengan permainan yang serius itulah Tottenham pun pada akhirnya dapat membantai Ludogorets dengan skor 3-1.
Tiga gol Tottenham itu datang dari Kane di menit 13, lalu Lucas Moura pada menit 32, dan terakhir gol The Lilywhites diciptakan oleh Giovani Lo Celso di menit ke-62. Berkat tiga gol itu, kini Tottenham pun bisa memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara Grup J Liga Eropa 2020-2021.
“Kami telah melakukan pekerjaan kami (dengan baik). Kami bermain serius dan kami menganggap laga tersebut dengan serius. Kami bermain dengan kekuatan menyerang yang hebat, dimulai dengan Harry Kane,” tambah mantan pelatih Manchester United tersebut.
Mourinho pun menegaskan sekali lagi bahwa bukan Ludogorets yang lemah, hanya saja di pertandingan tersebut Tottenham adalah tim yang jauh lebih baik dari klub asal Liga Bulgaria tersebut. Ia pun memastikan Tottenham tetap akan melawan Ludogorets dengan serius di pertemuan kedua mereka yang akan berlangsung di London nanti.
“Ludogorets bukanlah tim yang lemah, hanya saja kami jauh ebih baik dari mereka dan kami berhasil menunjukkan hal tersebut. Kami harus mencoba melakukan hal yang sama saat kami melawan mereka di London nanti,” imbuh Mourinho.
Selanjutnya, Tottenham akan dijadwalkan menghadapi Ludogorets kembali di Tottenham Hotspur Stadium pada Jumat 27 November 2020 mendatang. Apakah Tottenham mampu menguasai jalannya pertandingan atas Ludogorets di matchday keempat Grup J Liga Eropa 2020-2021 tersebut?