五大联赛球队主场外国观众数排行:多特巴萨拜仁前三

德国《转会市场》网站统计了上赛季五大联赛球队的主场的外国球迷上座总人数排行,多特蒙德的伊杜纳信号公园球场是仅有的外国观众上座人数超8万的球队,巴萨、拜仁和曼联也超过了7万。

上赛季五大联赛外国球迷上座人数前7位:

1. 多特蒙德(伊杜纳信号公园球场,80841人)

2. 巴塞罗那(诺坎普球场,76051人)

3. 拜仁慕尼黑(安联球场,75000人)

4. 曼联(老特拉福德球场,74498人)

5. 国际米兰(圣西罗-梅阿查球场,61423人)

6. 沙尔克04(菲尔廷斯竞技场,61069人)

7. 皇家马德里(伯纳乌球场,61020人)

ย้ายแน่นอน! กูรูดังแฉ “ดีบาล่า” โดนพิษ “เจ็ตโด้” เต็มๆ

ย้ายแน่นอน! กูรูดังแฉ “ดีบาล่า” โดนพิษ “เจ็ตโด้” เต็มๆ

อดัม ดิ๊กบี้ คอมลัมนิสต์ชื่อดังเชื่อ เปาโล ดีบาล่า กองหน้าอาร์เจนไตน์ คงต้องอำลายูเวนตุสในซัมเมอร์นี้ หลังเจอผลกระทบจากการมาถึงของคริสเตียโน่ โรนัลโด้

Mara final Piala FA, pasukan Perak dapat bonus RM150,000

IPOH: Kerajaan negeri mengumumkan bonus berjumlah RM150,000 kepada pasukan bola sepak negeri itu kerana berjaya melangkah ke perlawanan akhir Piala FA 2019.

Sambil mengucapkan terima kasih dan rasa bangga terhadap skuad ‘The Bos Gaurus’, Menteri Besar Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu berkata pihak pengurusan diberikan mandat untuk mengagihkan bonus itu kepada semua yang terlibat.

“Sekiranya skuad ‘The Bos Gaurus’ mampu untuk menjulang Piala FA, InsyaAllah akan ada lagi bonus yang menanti mereka selepas ini,” katanya menerusi kenyataan di Facebook beliau.

Terdahulu, Ahmad Faizal yang juga Presiden Persatuan Bola Sepak Perak (PAFA) menerima kunjungan pemain dan pengurusan ‘The Bos Gaurus’ di kediaman rasmi menteri besar di sini kira-kira pukul 1.15 pagi tadi.

Perak mengesahkan tempat ke final Piala FA 2019 dengan agregat 4-3 ke atas Pahang setelah menundukkan skuad Tok Gajah itu 3-0 pada perlawanan separuh akhir kedua di Stadium Perak, di sini, malam tadi.

Ahmad Faizal dalam pada itu turut menzahirkan rasa gembira melihat suasana di Stadium Perak berubah dengan sorakan padu daripada para penyokong yang disifatkan beliau sebagai ‘pemain ke-12’.

Sementara itu, jurulatih Perak, Mehmed Durakovic dalam ucapan ringkasnya pada pertemuan tersebut menyifatkan prestasi ditunjukkan anak buahnya pada perlawanan malam tadi sebagai sesuatu yang amat menakjubkan.

“Jika tahun lalu kita berjaya menamatkan badi 18 tahun tidak memenangi Piala Malaysia, tahun ini kita mahu tamatkan badi 15 tahun Piala FA pula. Semua yang berada dalam pasukan ini telah melaksanakan tugas dengan cukup fantastik.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua. Semua kita adalah keluarga, kita menang bersama, kalah bersama,” katanya.

Uruguay Tersingkir dari Copa America, Tabarez: Saya Salah Menilai Peru

SALVADOR – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Uruguay, Oscar Tabarez, tak bisa menutupi rasa kecewanya usai timnya disingkirkan Peru dari Copa America 2019. Ia mengaku salah memberi penilaian terkait kemampuan Peru.

Pil pahit harus ditelan Uruguay kala bersua Peru di perempatfinal Copa America 2019. Langkah Luis Suarez dan kawan-kawan harus terhenti lantaran kalah di babak adu penalti dengan skor 4-5. Kegagalan Laga yang berlangsung di Arena Fonte Nova, Minggu (30/6/2019) dini hari WIB itu harus dilanjutkan ke babak adu penalti lantaran skor kacamata bertahan hingga akhir babak kedua.

Meski kecewa, Tabarez berusaha menerima kekalahan ini. Tetapi, pelatih berusia 72 tahun itu tak menampik bahwa dirinya memandang remeh Peru sebelum laga digelar. Ia begitu yakin kemenangan bisa diraih Uruguay dengan mudah saat bersua Peru.

Laga Timnas Uruguay vs Peru

Sejatinya, Uruguay sendiri berhasil tampil dengan apik sejak awal laga. Bahkan, bola dapat disarangkan Edinson Cavani ke gawang Pedro David pada menit ke-59. Sayang, gol dianulir wasit karena Cavani terjerembab dalam posisi offside.

Kondisi ini cukup disayangkan oleh Tabarez. Tetapi, ia tak mau menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan atas hasil minor yang diterima Uruguay. Tabarez pun memastikan kekalahan ini akan jadi pelajaran berharga untuk timnya agar lebih baik ke depan.

Laga Timnas Uruguay vs Peru

“Hasilnya menyebabkan kami sangat kecewa, tetapi kami harus menerimanya. Kami datang dengan keyakinan dapat meraih kemenangan, kami mengerahkan kemampuan kami dalam permainan tapi tetap tidak bisa. Anda harus tahu bagaimana cara kami kalah. Kami gagal dalam satu aspek, yakni offside. Kami terhalang tujuh kali offside, tiga di antaranya berakhir dengan gol. Tidak ada alasan,” ujar Tabarez, sebagaimana dikutip dari Goal, Minggu (30/6/2019).

“Saya tidak datang ke sini untuk membenarkan apa pun. Kami tidak bisa menang, kami salah menilai lawan. Mereka datang dengan rencana dan tidak mungkin menang. Saya melihatnya dari sudut pandang itu. Tidak ada tim yang selalu menang dan tidak ada tim yang selalu kalah. Kami akan melanjutkan di jalur ini, belajar dari kekalahan ini untuk terus tumbuh,” tukasnya.

Neville says a World Cup semi-final defeat for England ‘would represent failure’

England Women head coach Phil Neville wants his side to “develop the serial winner mentality” – and warned going home from the World Cup on the back of a semi-final defeat “would represent failure”.

The Lionesses produced the most impressive display of their campaign in France so far with a 3-0 win over Norway on Thursday to progress to the last four of a major tournament for the third successive time.

Waiting next in Lyon on Tuesday night are defending champions the United States, who ended the hosts’ challenge with a 2-1 win at Parc des Princes as they remain very much focused on what would be a fourth World Cup triumph.

England produced an impressive display to see off Norway in Le Havre
England produced an impressive display to see off Norway in Le Havre (Richard Sellers/PA)

It is such determination to be the best which Neville believes the current England squad must emulate if they are to make the most of their opportunity.

“A semi-final defeat would represent failure. This England team is ready to win now,” Neville said, quoted in several national newspapers.

“I think the FA (Football Association) know I am doing a good job but I said to the players this morning that it would be easy now for them to think ‘whatever happens now, we have got to the semi-final, my reputation is intact, we’ll probably get invited to Downing Street, everybody loves us at home’. I don’t want that.

“We have to develop the serial winner mentality. We have to develop that ruthlessness.


“I don’t want us saying that there is no pressure on us. That’s the safe way to think. We have to be even braver.

“The only way for us to go back home is as winners. If we don’t, we have to keep striving to understand that losing in a semi-final is not OK.”

Neville accepts England will have to raise their performance levels yet again to get past the USA, whose “ruthlessness is their strength”.

He said: “We have got to be 20 per cent braver than we have ever been before to win this game.

“This is the game we wanted. We have always known that when we got to the World Cup, we were going to have to beat the USA if we were going to win the tournament.

“We have reached the moment now where we have to deliver. This is the moment my players have been waiting for.

“We are not going to back away from this challenge. We have planned and prepared for this.

“We are in great shape. I don’t think they will look forward to playing us. If they are looking at teams who can challenge them, we will be number one or two on their list.”

Former Olympic rower Dame Katherine Grainger provided some advice to the England Women squad at the World Cup (Guy Hinks/PA)
Former Olympic rower Dame Katherine Grainger provided some advice to the England Women squad at the World Cup (Guy Hinks/PA)

Neville had arranged for Dame Katherine Grainger – the most-decorated British female Olympian with five rowing medals, three silvers coming before gold at London 2012 – to record a video for the squad as they prepared for the quarter-final against Norway, for his players to “hear her message – winning hurts”.

He added: “We have to suffer and go beyond our expectations. We have to trust in the pain we have gone through and the sacrifices we have made and go with your heart and your head and accept it is going to hurt.

“What she told them had a more powerful effect than anything I could have said.”

With France losing to the USA, England are among the top three European sides at the World Cup, which will secure a place for Great Britain at the 2020 Olympic Games in Tokyo.

The squad is set to be made up of players from other Home Nations, and Neville is relishing those opportunities ahead.

“I will be the coach that takes the team to the Olympics. I have not thought about it but obviously when the USA won, it confirmed our place in Tokyo and it is exciting,” he said.

“Seven out of the eight teams in the quarter-finals were from Europe and qualifying for the Olympics was one of the targets I had for this year.

“It is going to be very special, but let’s go and win a World Cup first.”

前英格兰国脚:阿森纳对蒂尔尼的报价是在侮辱他

此前有消息称,阿森纳为凯尔特人后卫蒂尔尼报价1500万英镑,但是遭到了凯尔特人的拒绝,之后,阿森纳又提出了1900万英镑的报价。

据悉,凯尔特人为蒂尔尼的估价大约是在3500万英镑。

近日,前英格兰国脚克里斯-萨顿接受了媒体采访,他在采访中表示,阿森纳以这么低的价格报价蒂尔尼,那对蒂尔尼来说是一种侮辱。

克里斯-萨顿提到:“阿森纳以这么低的价格报价蒂尔尼,那对蒂尔尼来说是一种侮辱,

而阿森纳的行为也是对凯尔特人和苏格兰足球的不尊重。2015年夏天,范戴克以1300万英镑的价格离开了凯尔特人,那真是令人难以置信的,那个价格太低了。”

“但如今看来,事情并没有发生什么变化,英格兰的俱乐部觉得他们可以在转会市场上打劫其他球队,现在他们仍在这样做。”

“曼联以5500万英镑的价格签下了万-比萨卡,而莱斯特城则希望在奇尔韦尔的转会中得到大约7000万英镑。”

“万-比萨卡和奇尔韦尔上赛季在英超的表现都还不错,但他们真的值这么多钱吗?”

“你能告诉我,万-比萨卡比蒂尔尼好3倍,而奇尔韦尔比蒂尔尼好4倍吗?”

“无论你怎么看待这笔交易,蒂尔尼的价值远不止1500万英镑。”

“阿森纳认为他们能以2000万英镑左右的价格签下蒂尔尼,但那不可能,我认为,3500万英镑这个价格比较合适。”

“如果凯尔特人接受了阿森纳2000万英镑左右的报价,那他们就再一次受到了侮辱,就像当初出售范戴克时那样。”

ประเดิมบู่! อาร์เจนตินา พ่าย โคลอมเบีย 0-2 ศึกโคปา อเมริกา

ประเดิมบู่! อาร์เจนตินา พ่าย โคลอมเบีย 0-2 ศึกโคปา อเมริกา

การแข่งขันฟุตบอล โคปา อเมริกา 2019 กลุ่ม บี คู่ระหว่าง “ฟ้าขาว” อาร์เจนตินา พบกับ โคลอมเบีย ที่อารีน่า ฟอนเต โนวา, ซัลวาดอร์ ประเทศบราซิล เมื่อวันเสาร์ที่ 15 มิถุนายน ที่ผ่านมา

Kami akan tetap tuntut gaji – Safee Sali

“Ini hak kami dan kami tetap akan tuntut.”

Itu ketegasan yang disuarakan bekas pemain Perlis, Safee Sali, yang mengetuai 14 bekas pemain skuad Singa Utara itu menuntut tunggakan gaji selama tiga bulan meskipun Persatuan Bolasepak Perlis (PFA) telah dibatalkan penyertaan dalam Liga Malaysia (Liga-M).

Perlis memahat sejarah hitam bola sepak negara apabila menjadi pasukan negeri pertama disingkirkan daripada Liga-M, Februari lalu, ekoran kegagalan pucuk pimpinannya menyelesaikan kemelut kewangan pasukan.

Meskipun begitu, Safee dan rakan-rakannya tetap menuntut hak mereka kerana mahukan pengurusan setiap pasukan menghormati kontrak yang sudah ditandatangani bersama pemain.

Safee dan lapan bekas pemain Perlis membuat tuntutan berkenaan melalui Persatuan Pemain Bolasepak Profesional Malaysia (PFAM), kelmarin.

“Jangan memandang ringan kepada pemain dan kontrak yang telah ditandatangani setiap pemain.

“Ini hak kami dan ini kerjaya kami, jadi kalau kita hendak maju ke depan, saya berharap perkara-perkara seperti ini dapat diselesaikan secepat mungkin,” katanya.

Dalam pada itu, Ketua Pegawai Eksekutif PFAM, Izham Ismail, mengesahkan 14 bekas pemain Perlis itu sudah membuat tuntutan dan laporan kepada pihaknya, namun bilangan itu dijangka bertambah.

“Kes tunggakan gaji Perlis bukan berlaku pada tahun ini sahaja.

“Ia sudah berlaku sejak 2016.

“Kes ini masih lagi berlarutan dan jumlah tunggakan ini kami jangkakan melebihi RM1 juta.

“Kami berharap FAM dapat membantu pemain untuk mendapatkan hak mereka,” katanya.

AC Milan Dihukum UEFA, sang Presiden Justru Lega

MILAN – Presiden AC Milan, Paolo Scaroni, mengaku amat lega setelah Rossoneri –julukan Milan–dihukum asosiasi tertinggi sepakbola Eropa, UEFA. Milan menerima hukuman UEFA akibat melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

Hukuman dari UEFA membuat Milan harus merelakan kesempatan berlaga di Liga Eropa 2019-2020. Posisi Milan akan digantikan oleh Torino yang finis di posisi tujuh Liga Italia musim lalu. Torino akan berlaga di Liga Eropa melalui babak kualifikasi. Sementara itu, AS Roma yang seharusnya melaui babak kualifikasi lebih dulu akan langsung lolos ke Liga Eropa musim depan. Roma mendapatkan hak Milan yang musim lalu finis di atasnya.

Paolo Scaroni (Foto: AFP)

Kondisi itu tentu amat menyakitkan untuk Milan yang musim lalu berjuang keras untuk menempati posisi lima besar. Akan tetapi, Scaroni memilih untuk melihat hukuman itu dari sisi yang berbeda. Hukuman yang diterima dari UEFA dianggap Scaroni justru mengurangi beban Milan yang selama beberapa musim terakhir selalu dihantui FFP.

Milan mulai terlilit masalah FFP sejak akhir kepemimpinan Silvio Berlusconi. Kondisi Milan semakin parah saat konsorsium China pimpinan Yonghong Li mengambil alih saham mayoritas Rossoneri pada 2017. Pasalnya, Yonghong Li tidak mampu menyehatkan keuangan Milan tetapi justru menambah utang.

AC Milan merayakan gol (Foto: Twitter/@acmilan)

Kondisi Milan menjadi lebih baik saat Elliott Manajemen mengambil kepemilikan Milan dari Yonghong Li. Elliott Manajemen sedikit demi sedikit menyehatkan keuangan Milan tetapi pada akhirnya memilih untuk menerima hukuman UEFA sekarang meski diberikan waktu hingga musim 2020-2021 untuk lepas dari jerat FFP. Hukuman yang diterima saat ini membuat Milan bisa fokus untuk menyehatkan keuangan mereka serta meraih prestasi lebih baik di masa depan tanpa memusingkan masalah FFP lagi.

“Orang tidak boleh berkomentar tentang hukuman itu. Sangat mengecewakan untuk tidak bermain di Eropa, tetapi kami bukan yang bertanggung jawab atas pelanggaran ini. Kami hanya harus mengakhiri saga ini dan melepaskan beban dari punggung kami,” ujar Scaroni, seperti yang dikutip dari Football Italia, Sabtu (29/6/2019).