LEICESTER – Manajer Arsenal, Mikel Arteta, berkelit ketika mendapat pertanyaan mengenai Mesut Ozil usai laga babak ketiga Piala Liga Inggris 2020-2021 kontra Leicester City. Ia hanya menyebut sangat sulit bagi para pemain untuk dapat masuk skuad di setiap pertandingan.
Nama Mesut Ozil kembali menghilang dari susunan pemain Arsenal yang diturunkan saat menundukkan Leicester City dengan skor 2-0 di Stadion King Power. Pria asal Jerman itu bahkan juga tidak dilibatkan dalam tiga laga pertama The Gunners di semua kompetisi.
Hilangnya nama Mesut Ozil memunculkan pertanyaan tersendiri. Sebab, pemain berusia 31 tahun itu tidak dalam kondisi cedera. Awalnya, laga kontra Leicester City diyakini akan menjadi kesempatan bagi Ozil menunjukkan kemampuan sekaligus mengoleksi menit bermain.
Sayangnya, hal itu tidak terjadi. Mikel Arteta kembali memilih menepikan sang pemain, bahkan tidak untuk daftar cadangan sekali pun. Usai pertandingan, pria asal Spanyol itu selalu berkelit ketika mendapat pertanyaan tentang Mesut Ozil.
“Saya senang dengan permainan anak-anak di sini hari ini, betapa mereka membuat tim pelatih kesulitan menentukan skuad. Tim selalu berevolusi dan Anda bisa melihat level yang mereka capai. Kami ingin terus berevolusi dan menjaga tren positif,” papar Mikel Arteta, dikutip dari laman Arsenal, Kamis (24/9/2020).
“Anda bisa melihat pemain yang diturunkan hampir selalu berbeda setiap pekan. Ini sangat sulit, tidak hanya bagi Mesut, tetapi juga pemain lainnya, hanya untuk masuk skuad. Setiap pekan, kami mencoba memilih pemain yang tepat,” imbuh pria berusia 38 tahun itu.
Lebih lanjut, Mikel Arteta tidak bisa memberikan kepastian apakah Mesut Ozil akan merumput lagi atau tidak. Mantan tangan kanan Pep Guardiola di Manchester City itu hanya mengatakan, tidak mungkin memberikan kesempatan main untuk semua pemain.
“Sulit bagi para pemain lain yang tidak terlibat di Liga Inggris dan yang tidak turun malam ini. Kami punya skuad berisi 26-27 pemain saat ini, jadi tidak mungkin memberikan mereka semua kesempatan bermain,” sambung suami dari Lorena Bernal itu.
“Saya menghormati pekerjaan Anda semua, tetapi saya juga mencoba melakukan pekerjaan saya seadil mungkin dan memilih pemain, yang menurut pendapat saya, dalam kondisi lebih baik untuk bermain,” tutup mantan pemain Everton itu dengan sedikit ketus.
Melihat jadwal Arsenal pada dua laga ke depan, nama Mesut Ozil mungkin masih akan menghilang dari daftar susunan pemain. Sebab, Pierre-Emerick Aubameyang dan kawan-kawan harus bertandang ke Liverpool pada akhir pekan ini. Arteta tentu tidak mau berjudi dengan menurunkan pemain yang belum terbiasa dengan atmosfer pertandingan.
Luis Suarez has left Barcelona after six years in Catalonia | Matthias Hangst/Getty Images
Uruguayan superstar Luis Suarez has joined Atletico Madrid on a free transfer, leaving Barcelona after six years with the Catalan giants.
The 33-year-old’s future has received plenty of media attention in recent weeks, with Juventus previously touted as his most likely destination. Suarez was even thought to have agreed personal terms with the Serie A champions.
His contract with Barcelona was due to run until the summer of 2021 but, having now terminated that deal, La Liga rivals Atleti have been able to officially announce the Uruguay international’s arrival.
Suarez will join Atleti with Alvaro Morata set for a return to Juventus, despite the former Chelsea striker’s loan move to Wanda Metropolitano only being made permanent in July this year.
The former Ajax man arrived at Camp Nou from Liverpool in 2014 for a fee of £65m and went on to score 198 goals in all competitions for the Blaugrana. He enjoyed some incredible highs in the red and blue, particularly during his second season at the club when he bagged a stunning 40 goals in 35 La Liga appearances, ending the campaign as the division’s highest scorer.
Suarez was also voted La Liga’s World Player of the Year for his efforts in the 2015/16 campaign, helping his side lift the domestic title, the Copa del Rey and the Supercopa all in one year.
However, the ex-Red has struggled with fitness issues over the past 12 months and has subsequently found himself out of the picture at Barça, with coach Ronald Koeman deeming him surplus to requirements.
The Catalan giants are desperate to cut their wage bill, so much so that they were prepared to allow their prolific goalscorer to leave the club for nothing rather than holding out for a considerable fee.
The Uruguayan’s exit may make way for a major replacement to fill his boots in the side, although Barcelona are relying on any money made from the high-profile departure of club legend Lionel Messi to increase their transfer kitty.
London: Arsenal mara ke pusingan keempat Piala Liga selepas menewaskan Leicester City 2-0, awal pagi tadi.
Satu-satunya perlawanan yang membabitkan dua kelab Liga Perdana Inggeris (EPL) itu menyaksikan Arsenal di depan menerusi jaringan sendiri Christian Fuchs pada minit ke-57.
Eddie Nketiah melengkapkan kemenangan The Gunners apabila meledak gol kedua pada lewat perlawanan sekali gus berkemungkinan besar berdepan Liverpool di Anfield sekiranya penyandang juara liga itu berjaya mengatasi Lincoln, awal pagi esok.
“Ia adalah tempat (Anfield) paling sukar untuk dikunjungi di Eropah dan di dunia. Kami akan buat persiapan terbaik dan kita lihat nanti,” kata pengurus Arsenal, Mikel Arteta.
Sementara itu, Everton meneruskan aksi cemerlang mereka musim ini apabila menewaskan kelab Liga Kejuaraan, Fleetwood 5-2 untuk turut mara ke pusingan keempat.
Skuad bimbingan Carlo Ancelotti itu selesa di depan menerusi dua gol jaringan Richarlison pada babak pertama perlawanan.
Bagaimanapun, kesilapan penjaga gol, Jordan Pickford membolehkan Mark Duffy merapatkan jurang buat Fleetwood pada minit ke-48 sebelum Alex Iwobi meledak gol ketiga Everton seminit kemudian.
Reputasi Pickford sekali lagi tercalar apabila kesilapan kedua yang dilakukannya menyaksikan Callum Camps berjaya meledak gol pada minit ke-58.
Namun, Ancelotti boleh menarik nafas lega selepas Bernard dan Moise Kean meledak gol minit ke-73 dan 94 bagi melengkapkan kemenangan pasukan itu.
UEFA vừa chính thức công bố danh sách rút gọn cho danh hiệu “Cầu thủ hay nhất năm” và 3 cái tên cuối cùng là những cá nhân cực kỳ xuất sắc trong năm vừa rồi.
Mới nhất, UEFA đã công bố danh sách 3 ứng cử viên cuối cùng cho danh hiệu “Cầu thủ hay nhất năm”. Cụ thể, Kevin de Bruyne (Man City), Robert Lewandowski (Bayern Munich) và Manuel Neuer (Bayern Munich) sẽ cùng nhau cạnh tranh cho giải thưởng cá nhân cao quý này.
Những cầu thủ đoạt danh hiệu cá nhân ở mùa giải vừa qua sẽ được xướng tên trong Lễ bốc thăm vòng bảng UEFA Champions League 2020/21 diễn ra vào lúc 18:00 (giờ GMT), thứ Năm ngày 01 tháng 10 tại Nyon, Thụy Sĩ. Lễ bốc thăm sẽ được phát trực tiếp trên UEFA.com.
Điểm đặc biệt trong năm nay đó là lần đầu tiên kể từ năm 2010, cả Cristiano Ronaldo và Lionel Messi đều không lọt vào danh sách 3 ứng cử viên cuối cùng cho danh hiệu này. Điều này không quá khó hiểu khi Ronaldo và Messi đã trải qua một mùa giải không thực sự nổi bật so với những cái tên kể trên.
The Manchester United players celebrating Juan Mata’s successful spot-kick | Catherine Ivill/Getty Images
Manchester United eased into the fourth round of the Carabao Cup after beating Championship side Luton Town 3-0 on Tuesday night.
Juan Mata opened the scoring late in the first half from the spot after George Moncur clumsily brought down Brandon Williams inside the hosts’ box.
Chances came few and far between for both sides in the second period before substitutes Marcus Rashford and Mason Greenwood ensured United’s progression with a pair of well-taken strikes late on.
Here are the Red Devils’ player ratings from their Carabao Cup triumph.
Dean Henderson (GK) – 7/10 – Was rarely tested on his Manchester United debut before making a superb save to prevent Tom Lockyer’s header hitting the back of the net with ten minutes remaining.
Aaron Wan-Bissaka (RB) – 5/10 – Felt a little sorry for the right-back in possession; often isolated with a lack of width provided down the right by Mata which meant he faced one-v-two situations on the ball. Rarely targeted down the left so was pretty inactive defensively.
Eric Bailly (CB) – 7/10 – A few poor decisions in regards to positioning but covered space really well and was dominant in duels. Progressive in possession but sloppy too.
Harry Maguire (CB) – 6/10 – Outwitted by the crafty Danny Hylton on a couple of occasions and wasn’t the most convincing of centre-back performances. Typically immense in the air.
Brandon Williams (LB) – 5/10 – Won United’s first-half penalty by outfoxing a reckless Moncur. However, struggled to provide width and depth for the visitors down the left due to his stronger right-foot. Erratic in possession and booked for his troubles on what was a mixed night for the Englishman.
Fred (DM) – 8/10 – His typical tenacious self in the middle of the park and proved dynamic with the ball at his feet. Looked to maintain the tempo of United’s attacks with quick ball-circulation and constant discovery of angles once he’d passed elsewhere.
Nemanja Matic (DM) – 7/10 – Fantastic out of possession as usual; constantly disrupting Luton from penetrating through the centre, although he was caught out in transition a couple of times. Press-resistant in possession and brilliant in tight spaces. Could’ve perhaps distributed the ball a bit quicker in periods of sustained United possession to manipulate Luton’s defensive block but a fine showing nonetheless.
Juan Mata (AM) – 8/10 – The Spaniard was usually the man to kickstart any combinations between United’s creators and often attempted to probe and penetrate the Luton defence via intricate through balls. Dispatched penalty with precision.
Donny van de Beek (AM) – 7/10 – Rarely wasted a touch and supreme space interpretation was laid bare. A couple of ingenious flicks early on and movement was certainly causing Luton a problem before influence waned as the contest progressed.
Jesse Lingard (AM) – 6/10 – Bright throughout with clever movement and darting runs through the centre. Took up dangerous positions between the lines and established a healthy dynamic with van de Beek.
Odion Ighalo (ST) – 4/10 – A forgettable display. Struggled to hold the ball up or combine with creators behind him. Handed a great opportunity on the counter to put United two goals ahead but appeared indecisive and squandered the chance.
LIVERPOOL – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menyebut keberhasilan The Reds –julukan Liverpool– dalam dua musim terakhir karena kerja keras banyak orang. Klopp tidak setuju dengan pendapat orang-orang yang menyebut, Liverpool sukses karena dirinya seorang.
Klopp memulai kariernya di Liverpool pada 8 Oktober 2015. Ia datang sebagai pengganti dari Brendan Rodgers. Klopp berjasa besar dalam membangun filosofi permainan The Reds –julukan Liverpool.
Namun, awal perjalanan Klopp bersama Liverpool tidaklah mudah. Klopp gagal membawa Liverpool meraih trofi pada tahun pertamanya meski tampil di final Piala Liga Inggris dan Liga Eropa 2015-2016.
Klopp baru berhasil memberikan trofi pertama untuk Liverpool pada akhir musim 2018-2019 dengan membawa The Reds menjuarai Liga Champions. Trofi Liga Champions adalah permulaan bagi Liverpool. The Reds meraih prestasi lain setelahnya, yakni menjuarai Piala Super Eropa 2019, Piala Dunia Klub 2019, dan Liga Inggris 2019-2020.
Trofi Liga Inggris membuat Klopp dianugerahi penghargaan Manajer Terbaik Liga Inggris 2019-2020. Akan tetapi, Klopp tidak mau dianggap seorang diri membawa Liverpool sukses seperti sekarang.
Juru taktik berumur 53 tahun itu menyatakan dirinya dibantu banyak pihak untuk membangun Liverpool. Menurut Klopp, Liverpool sukses karena setiap orang memberikan yang terbaik dalam bidangnya masing-masing.
“Belum lama ini Klopp tidak bisa memenangkan final dan tentu saja Liga Inggris dalam hidup ini. Sekarang semuanya dibahas dan dipersepsikan berbeda. Tentu saja, Anda lebih suka menjadi populer daripada tidak populer. Lebih baik langsing daripada gemuk. Menang juga lebih bagus daripada kalah,” kata Klopp, menyadur dari Sportskeeda, Rabu (23/9/2020).
“Saya sekarang adalah pelatih yang lebih baik daripada sepuluh tahun lalu. Keseluruhan paket Klopp lebih koheren, lebih kompleks,” tuturnya.
BACA JUGA: Tinggalkan PSG, Mbappe Bakal Merapat ke Liverpool
“Dalam pekerjaan saya di Inggris, penting untuk menemukan yang terbaik dan paling termotivasi di semua bidang dan merekrut mereka. Itu adalah seni dan tantangan terbesar,” ucap mantan juru taktik Borussia Dortmund itu.
“Pemain, pelatih, fisioterapis, pemijat, dokter, analis video, penasihat nutrisi, komunikasi, di bidang apa pun. Kami ditempatkan secara sensasional di Liverpool. Saya mempercayai karyawan saya 100 persen. Liverpool bukan pertunjukan satu orang,” ujarnya.
Perugia: Polis Itali menyiasat dakwaan bahawa Luis Suarez melakukan penipuan ketika ujian kewarganegaraan Itali dalam usaha untuk mempercepatkan proses perpindahannya ke Juventus.
Suarez terbang ke Perugia minggu lalu dan lulus ujian kewarganegaraan untuk mempercepatkan perpindahannya ke gergasi Serie A itu.
Meskipun kesepakatan sudah dicapai bersama kelab, Suarez kini berdepan kontroversi terbaharu selepas dia dilaporkan melakukan penipuan dalam ujian berkenaan.
Media Itali melaporkan Suarez sudah mengemukakan soalan lebih awal dan lulus ujian bahasa peringkat B1 selepas mengetahui jawapannya dengan siasatan kini sedang berjalan.
Media Repubblica memetik kenyataan seorang pegawai berkata: “Dia tidak tahu bercakap sepatah pun perkataan Itali.
“Jika wartawan bertanya kepadanya beberapa soalan, dia pasti tidak dapat menjawabnya. Dia bakal memperoleh gaji 10 juta Euro (RM48.3 juta) setahun, jadi dia perlu melepasi ujian ini.”
Pihak polis kini sedang mengumpul segala dokumen dari Universiti Perugia di mana Suarez mengambil ujian itu dan pemain berkenaan bakal berdepan tindakan undang-undang yang berat daripada Pendakwa Raya Perugia.
Suarez bakal menyertai Juventus selepas kelab itu berjaya mendapatkan kembali Alvaro Morata yang dipinjamkan ke Atletico Madrid.