KUALA LUMPUR: Selepas memenangi Kejohanan Jemputan Empat Negara di Terrassa, Sepanyol, Ahad, pasukan hoki lelaki negara mempamerkan persembahan cukup baik pada Selasa, namun tewas 6-4 kepada pasukan Belanda dalam perlawanan ujian di Breda, malam tadi.
Pasukan nombor tiga dunia, Belanda, memulakan pesta gol mereka seawal minit kedua menerusi Mirco Pruijser, namun pasukan nombor 12 dunia, Malaysia menjaringkan gol penyamaan pada minit ke-11.
Pasukan Belanda kemudiannya mendahului sekali lagi menerusi pukulan sudut penalti di minit ke-13 dan kemudiannya Marco menambah jaringan (minit ke-20), dan pasukan Malaysia mengurangkan defisit gol menerusi jaringan Faiz Helmi di minit ke-29.
Di separuh masa kedua, pasukan yang memenangi pingat perak dalam Piala Dunia 2018 itu menambah jaringan menerusi Jip (38′), Jelle Galema (49′) dan Thierry Brinkman (51′), manakala pasukan pemenang pingat perak Sukan Asia, Malaysia, menjaringkan dua gol menerusi pukulan sudut penalti Muhammad Razie Abd Rahim (43′) dan Faizal Saari (56′).
Mengulas perlawanan itu, Ketua Jurulatih Roelant Oltmans berkata keputusan itu merupakan satu langkah kehadapan ke arah pembangunan hoki para pemainnya.
“Mereka menunjukkan serangan yang baik dan memiliki peluang untuk membuat lebih banyak jaringan, tapi sebaliknya pasukan negara dihukum untuk setiap kesilapan yang dilakukan.
“Namun ia persembahan yang baik, menunjukkan pasukan negara semakin bertambah kompetetif berhadapan dengan pasukan terbaik dunia. Kita masih perlu buat kajian semula persembahan, dan mencari pendekatan terbaik untuk perlawanan berikutnya,” katanya.
Pasukan negara akan meneruskan siri perlawanan ujian menentang juara dunia tiga kali, Belanda pada hari Khamis, diikuti dengan perlawanan menentang pasukan nombor dua dunia Belgium pada 10 dan 12 Ogos.
Malaysia, yang sedang membuat persiapan untuk peringkat akhir kelayakan Sukan Olimpik Tokyo 2020 yang dijadualkan pada Oktober dan November ini memulakan siri jelajah dengan menewaskan juara dunia dua kali dan pasukan ketujuh dunia Jerman 4-2 di Krefeld pada 26 Julai, diikuti dengan kekalahan tipis 0-1 kepada pasukan nombor satu dunia Sepanyol.
Malaysia kemudiannya muncul juara di Kejohanan Empat Negara selepas menewaskan Sepanyol 4-3 pada 1 Ogos, menumpaskan Ireland 2-1, Jumaat, dan seri dengan England 3-3 Ahad.
MANCHESTER – Penggawa Manchester City, Kevin De Bruyne, melontarkan pujian setinggi langit untuk rekan barunya di tim, yakni Rodrigo Hernandez. Baginya, Rodri adalah pemain yang sempurna dengan Man City karena memiliki gaya bermain yang cocok dengan klub.
Pujian ini diutarakan De Bruyne usai melihat penampilan Rodri kala memperkuat Man City dalam ajang Community Shield 2019. Pada laga yang digelar di Stadion Wembley, Minggu 4 Agustus 2019 malam WIB itu, Rodri turut memberi kontribusi besar yang akhirnya membawa klub keluar sebagai juara.
Melihat penampilan apik dapat disuguhkan Rodri, De Bruyne pun menilai Man City telah melakukan langkah yang tepat pada bursa transfer musim panas 2019 ini. Meski harus merogoh kocek agak dalam untuk mendatangkan Rodri, ia merasa semuanya dapat terbayar mengingat performa yang apik bakal disuguhkan gelandang berusia 23 tahun itu.
Untuk bisa menebus klausul pelepasan Rodri, Man City harus menyodorkan dana sebesar 70 juta euro atau sekira Rp1,16 triliun kepada Atletico Madrid. Di klub asuhan Josep Guardiola itu, Rodri menandatangani kontrak selama lima tahun sehingga dipastikan bakal berseragam Man City hingga musim 2024.
“Dia sangat cocok untuk kami. Saya pikir cara kami melakukan transfer dalam beberapa tahun terakhir bertambah. Anda melihat banyak talenta muda yang datang dan bermain dengan gaya kami. Saya pikir itulah yang mereka cari dan Rodri sangat cocok untuk kami,” ujar De Bruyne, sebagaimana dikutip dari Goal, Selasa (6/8/2019).
“Saya pikir dia adalah (gelandang bertahan) yang sempurna untuk cara main yang kami inginkan. Gelandang bertahan kami adalah posisi yang sangat sulit. Anda membutuhkan pemain tertentu untuk itu dan tidak ada banyak orang yang dapat melakukan kedua sisi itu. Jelas, kami sangat bagus dalam menguasai bola. Anda tidak bisa hanya bersikap defensif, tetapi juga harus bersikap ofensif,” tukasnya.
The agent of Barcelona star Philippe Coutinho has this evening moved to reject the suggestion that his client could make a move back to the Premier League this summer.
Barca struggles
Brazilian attacker Coutinho made the move to Barcelona in January of last year, on the back of a stellar couple of seasons with Liverpool.
However, despite his hefty price-tag, the 27-year-old has since largely-struggled to live up to expectations in Catalunya.
Though his start to Blaugrana life over the second-half of the 2017/18 campaign proved at least somewhat encouraging, last season was a different story altogether.
Coutinho generally looked a shadow of his once-brilliant self, with a perpetual lack of confidence having seen the Brazilian continuously fade into the background, as Lionel Messi carried Barca’s creative burden on his back.
All told, Coutinho managed just 5 goals and 2 assists across 34 La Liga appearances.
BARCELONA, SPAIN – JANUARY 08: New Barcelona signing Philippe Coutinho is unveiled at Camp Nou on January 8, 2018 in Barcelona, Spain. The Brazilian player signed from Liverpool, has agreed a deal with the Catalan club until 2023 season. (Photo by David Ramos/Getty Images)
The Camp Nou faithful, meanwhile, did not exactly help the situation, with many fans having turned on the former Inter Milan man as the season wore on.
PSG links
As such, speculation has already run rampant regarding Coutinho’s future with Barcelona, amid suggestions that the La Liga champions’ hierarchy could look to cut their losses on the South American this summer.
‘Difficult for him to go to a rival’
Another rumoured destination for Coutinho, meanwhile, has been the Premier League.
The likes of Manchester United and Arsenal have both been touted as potential landing spots of late.
The attacker’s agent, though, has this evening moved to shoot down such suggestions.
When questioned on the specific possibility of his client joining Ole Gunnar Solskjaer’s United during an interview with TalkSPORT (via Mundo Deportivo), Kia Joorabchian revealed that Coutinho’s Liverpool past would make a move to any rival Premier League club ‘extremely difficult’:
‘Manchester United is a great club. I have players there and I have all the respect, but in regards to Philippe, it would be extremely difficult, an almost impossible move.’
‘It would be very difficult for Philippe to play for any of Liverpool’s rivals, because he has a great affinity with Liverpool. His time there was fantastic. It would be difficult for him to go to a rival. Every time we talked about that we had the same conversation. It would be difficult for him to play for another club in the Premier League.’
JIKA anda menonton perlawanan Piala Perisai Komuniti di antara Manchester City dan Liverpool malam tadi, anda akan perasan sesuatu yang agak pelik.
Kalangan peminat pastinya tertanya-tanya kenapa jersi Manchester City malam semalam tidak mempunyai sebarang penaja di bahagian dada?
Sebenarnya, pasukan The Citizens telah mengenakan jersi khas bersempena sambutan 125 tahun kelab tersebut ditubuhkan.
Dengan rekaan yang begitu ringkas, ia mengimbau kembali kenangan corak jersi pada era 70an yang hanya menggunakan dua warna iaitu biru muda dan putih.
Biarpun tanpa logo atau tulisan jenama, jersi 125 tahun ini mendapat sokongan penuh daripada penaja utama pasukan Manchester City seperti Etihad dan juga Nexen Tire.
Pada perlawanan merebut Piala Perisai Komuniti malam tadi, Manchester City yang juga juara Liga Perdana Inggeris, menjulang Perisai Komuniti selepas menang menerusi penentuan penalti menewaskan Liverpool 5-4 di Stadium Wembley.
MILAN – Di bawah arahan Pelatih Marco Giampaolo, AC Milan akan bermain menggunakan dua penyerang, di mana Krzysztof Piatek dijadikan striker utama. Itulah mengapa klub berjuluk Rossoneri tersebut sibuk memburu pemain yang bisa diposisikan sebagai second striker di bursa transfer kali ini guna menjadi tandem Piatek.
Pada akhirnya, pilihan Milan jatuh kepada penyerang muda asal Portugal, Rafael Leao., untuk mengisi posisi second striker tersebut. Rossoneri menebus Leao dari LOSC Lille dengan mahar 30 juta euro atau sekira Rp472,4 miliar ditambah Tiago Djalo yang dihargai 5 juta euro (Rp78,7 miliar).
Menanggapi soal perannya di Milan, Leao mengaku senang bisa diberi kepercayaan untuk menjadi tandem Piatek. Menurutnya, Piatek adalah sosok yang luar biasa. Ia pun tak mempermasalahkan perannya yang akan menjadi penopang Piatek. Karena ia tipikal pemain yang senang memberikan umpan.
Menurutnya, bukanlah sesuatu yang penting perihal siapa yang mencetak gol. Baginya, yang terpenting adalah membantu tim meraih hasil terbaik. Bermain dengan dua penyerang dinilainya akan memberi lebih banyak kesempatan untuk mencetak gol.
“Ketika Anda bermain dengan dua (penyerang) bukannya satu, Anda memiliki lebih banyak peluang. Yang satu sebagai finisher, sedangkan yang lain lebih bebas. Saya datang ke sini untuk membantu tim terlepas dari peran yang diberikan pelatih kepada saya,” ujar Leao, melansir dari laman resmi AC Milan, Senin (5/8/2019).
“Saya di sini untuk membantu membuat Milan mencapai tujuannya. Jelas bahwa Piatek adalah striker hebat yang sudah menunjukkan semua nilainya pada saat di Genoa. Kemudian setelah kedatangannya di Milan ia melakukan hal yang sama, mencetak banyak gol. Saya berharap dapat membantunya dengan banyak assist. Semakin banyak gol yang akan dia cetak, maka akan semakin baik bagi tim,” lanjut Leao.