二队也难幸免?拜仁年轻后卫迈可能遭遇重伤

拜仁二队中卫迈是球队的绝对主力,在本赛季德丙的11场比赛中迈打满每一分钟,目前迈跟随德国U20参加比赛。不过迈可能遭遇重伤。

据报道迈可能在德国U20遭遇重伤,但是这个消息并没有官方确认,不过迈已经不再在德国U20公布的官方大名单中了。

ไม่ใช่เรือ ! โรดรี เผยชื่อทีมฟุตบอลที่แข็งแกร่งสุดในทวีปยุโรป

โรดรี มิดฟิลด์คนเก่งของ​ แมนเชสเตอร์ ซิตี้ ยอมรับตามตรงว่า ณ เวลานี้ ลิเวอร์พูล คือทีมฟุตบอลที่มีความแข็งแกร่งสุดทั้งในประเทศอังกฤษและยุโรปอย่างแท้จริง

“บอกตามตรง ผมไม่รู้เลยว่าระหว่าง แมนฯ ยูไนเต็ด กับ ลิเวอร์พูล ใครคือคู่แข่งที่สำคัญกว่าของ แมนฯ ซิตี้ เพราะเพิ่งเคยมาเมืองนี้ครั้งแรก เลยไม่รู้ว่าคนท้องถิ่นเขาคิดกันยังไง” โรดรี กล่าว

“แต่ถ้าถามว่าอยากเอาชนะทีมไหนมากกว่ากัน คำตอบชัดเจนสุด ๆ คือ ลิเวอร์พูล เพราะนี่คือคู่แข่งสำคัญในการแย่งแชมป์มาตั้งแต่เมื่อซีซั่นก่อน แถมยังพ่วงดีกรีจ้าวยุโรปติดตัวมาอีกด้วย”

“เอาจริง ๆ ทุกทีมบนโลกนี้อยากได้ชื่อว่าเป็นผู้ชนะเหนือ ลิเวอร์พูล ด้วยกันทั้งนั้นแหละ ไม่ใช่แค่ แมนฯ ซิตี้ ฝ่ายเดียวหรอก และนั่นก็เป็นข้อพิสูจน์ว่าเขาคือสโมสรฟุตบอลที่แข็งแกร่งสุดในอังกฤษและทวีปยุโรปอย่างแท้จริง”

“เจอร์เกน คล็อปป์ สร้างทีมขึ้นมาได้อย่างยอดเยี่ยมและดูเหมือนจะเก่งขึ้นเรื่อย ๆ แบบไม่หยุดอีกด้วย นั่นคือสิ่งที่ผมรู้สึกชื่นชม”

Peluang lahirkan lebih ramai Luqman Hakim – Syed Saddiq

KUALA LUMPUR: Menteri Belia dan Sukan, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman menyifatkan peruntukan RM45 juta untuk Program Pembangunan Bola Sepak Negara (NFDP) dalam Belanjawan 2020 sebagai satu rangsangan hebat, khususnya buat anak muda di luar bandar.

Peruntukan itu, yang merupakan kenaikan sebanyak RM30 juta berbanding tahun lalu, akan memberi peluang kepada anak muda yang berbakat dalam bola sepak untuk dimasukkan dalam ekosistem bola sepak, sekali gus berpeluang mengasah bakat ke peringkat antarabangsa.

“Ini akan beri impak kepada lebih 80,000 anak muda untuk diberi peluang bermain di peringkat lebih tinggi. Secara tidak langsung kita berpeluang melahirkan lebih ramai pemain seperti Luqman Hakim, yang baru-baru ini disenaraikan antara 60 bakat muda bola sepak berpotensi di dunia.

“Kita nak lahirkan lebih ramai Luqman, kerana itu kita perlukan pelaburan yang besar dan strategik,” tegas Syed Saddiq.

Beliau yang juga merupakan Ketua Armada Bersatu melihat belanjawan itu sebagai satu kejayaan buat anak muda, khususnya membabitkan peluang pekerjaan.

“Contohnya, suntikan dana sebanyak khas berjumlah RM6.5 bilion untuk mencipta 350,000 peluang pekerjaan berkualiti.

“Tetapi dalam masa yang sama, ia bukan sahaja berkenaan peluang pekerjaan baharu, kerana kita dapat lihat sektor Pendidikan dan Latihan Teknikal dan Vokasional (TVET) yang sangat dekat di hati anak muda terutama yang berlatarbelakangkan keluarga B40, meningkat ke RM200 juta, tidak termasuk peningkatan elaun untuk pelajar-pelajar TVET.

“Inilah yang kita mahukan. Bukan sekadar one-off assistant, sebaliknya mereka diberi juga latihan dan apabila tamat belajar, mereka dapat pekerjaan yang berkualiti,” katanya lagi.

Fellaini Tahu Penyebab Utama Buruknya Performa Man United Era Solskjaer

BRUSSEL – Posisi Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih utama Manchester United bisa dikatakan sedang tidak aman. Sebab juru taktik asal Norwegia tersebut telah dianggap gagal oleh banyak pihak dalam memberikan hasil yang baik di awal musim 2019-2020.

Bagaimana tidak, dari 11 pertandingan berbagai kompetisi yang diikuti Man United, tim asuhan Solskjaer itu tercatat hanya bisa meraih empat kemenangan saja. Salah satu dari empat kemenangan itu pun harus dicapai melalui babak adu penalti di saat Man United menghadapi Rochdale di babak ketiga Piala Liga Inggris 2019-2020.

Pelatih Man United, Ole Gunnar Solskjaer

Tentu semua itu sudah cukup untuk membuktikan betapa buruknya performa Man United di awal musim ini. Melihat klub lamanya tengah terpuruk seperti itu, Marouane Fellaini, pun memberikannya pendapatnya mengenai Man United. Ia bahkan merasa tahu apa yang menjadi penyebab utama buruknya penampilan The Red Devils –julukan Man United– saat dipegang Solskjaer di musim ini.

Jadi, menurut Fellaini hal utama yang membuat Man United bermain sangat buruk di awal musim 2019-2020 dikarenakan kurangnya pemain berpengalaman di klub tersebut. Solskjaer memilih untuk membuang pemain berpengalaman seperti Fellaini, Alexis Sanchez, Ander Herrera, dan Romelu Lukaku, untuk digantikan dengan para penggawa muda. Mungkin hanya David De Gea, Nemanja Matic, Juan Mata, dan Ashley Young, yang memiliki pengalaman lebih banyak ketimbang penggawa Man United yang lain.

Akan tetapi, para pemain berpengalaman itu justru mendapatkan waktu bermain yang sangat sedikit. Solskjaer dianggap Fellaini lebih memilih memainkan para pemain muda seperti Aaron Wan-Bissaka, Daniel James, Scott McTominay, dan Axel Tuanbeze.

Dengan sedikitnya para pemain yang berpengalaman itulah Man United akhirnya kesulitan dalam meraih kemenangan. Bagi Fellaini, para pemain senior jelas dibutuhkan dalam suatu klub untuk dapat menjadi pemimpin atau sekadar penolong disaat pertandingan-pertandingan krusial.

Skuad Manchester United

“Sekarang Anda (Man United) memiliki pelatih baru dan mereka menginginkan tim yang diperkuat oleh para pemain muda. Itulah kini yang terjadi ketika Anda mengharapkan hanya kepada para pemain muda. Mereka akan sering mendapatkan hasil yang baik dan tidak. Itulah sepakbola,” ujar Fellaini, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (12/10/2019).

“Tentu saja di dunia sepakbola Anda tidak bisa bermain dengan para pemain muda saja, Anda perlu mencampurkanya (dengan beberapa pemain senior). Saya pikir untuk memenangkan suatu pertandingan, untuk menjuarai suatu kompetisi, untuk memenangi laga yang besar, Anda perlu sebuah pengalaman. Tentu Anda bisa menang dengan memainkan para pemain muda, namun itu tak terjadi disetiap laganya,” pungkasnya.

Southgate accepts reality Czech in Prague and promises better in Bulgaria

Gareth Southgate says England got what they deserved after the Czech Republic inflicted their first qualifying defeat in a decade.

The Three Lions blew the chance to seal Euro 2020 qualification with three matches to spare as the Czechs capitalised on the visitors’ listless performance in Prague.

Harry Kane’s fifth-minute penalty was as good as it got for England, with Jakub Brabec quickly levelling and substitute Zdenek Ondrasek netting a dream debut goal late on as the Czech Republic secured a memorable 2-1 comeback win.

Zdenek Ondrasek stunned England with a late goal in Prague
Zdenek Ondrasek stunned England with a late goal in Prague (Nick Potts/PA)

Southgate had no arguments about the outcome as his side’s ponderous performance led to a 43-match unbeaten run in European and World Cup qualifying matches coming to an end, 10 years and a day since losing 1-0 in Ukraine.

“Clearly that’s not a night that we wanted to be a part of in terms of that record,” Southgate said.

“We didn’t play well enough, simple as that. We conceded possession of the ball too cheaply.

“Particularly in the first half we didn’t create enough chances. Second half we had some good chances that we didn’t take and throughout the night we were too open out of possession.

Fabio Capello, pictured here in Ukraine in 2009, was manager when England last lost a qualifying match
Fabio Capello, pictured here in Ukraine in 2009, was manager when England last lost a qualifying match (Owen Humphreys/PA)

“Some of that was because of giving the ball away. So we gave the Czechs, who played well, got to give them credit, we gave them too many opportunities to score.”

Few could have foreseen this outcome given the way England carved the Czechs open to win March’s Group A opener 5-0.

But, much like last month’s 5-3 win against Kosovo, Southgate’s side looked shaky at the back – and this time they lacked the attacking spark to get them through.

“I think whatever the balance, we didn’t use the ball well enough,” said the England boss, whose side face Bulgaria in Sofia on Monday.

“And in terms of a wake-up call, I think we’ve had a lot of plaudits. I think we’ve always maintained that there’s a lot of work to be done to be a really top team.

“I think tonight was clear evidence of that. We have to respond in the right way. We have a couple of days to regroup, not long, and we have to reward our supporters with a better performance than we gave tonight.

“I don’t think it’s a night for positives, that’s for sure. I think it’s a night to accept the defeat, congratulate the Czechs and accept that we have to be better than we were.”

Asked how much blame he accepts having selected some out-of-form players in an ineffective 4-2-3-1 formation, Southgate said: “Yeah, look, I always have to accept responsibility.

Southgate and his assistant Steve Holland walk off the pitch dejected after the match
Southgate and his assistant Steve Holland walk off the pitch dejected after the match (Nick Potts/PA)

“We tried something to make ourselves a bit more solid without the ball, and that didn’t happen.

“We didn’t look any more solid, and we were poor at using the ball in the first half.

“That said, at 1-1, at half-time, we were able to change that. I think we were better in the second half and we created chances to win the game.

“In terms of the players, I think there are players who aren’t playing well for their clubs, but that’s the situation we’re in at the moment, certainly in a couple of positions. So, yeah, we collectively have to accept the result, but of course, as the manager, then I’ve got to accept that as well, absolutely.”

Czech counterpart Jaroslav Silhavy spoke in the pre-match press conference about targeting England’s imperfections, yet could hardly believe how much joy they experienced on Friday night.

“I’m obviously over the moon but I have to thank my players, first and foremost, because they played great,” he said.

“It was a 100 per cent performance and that is the only way to succeed really, so we are very happy and I think time will show that we made history tonight because we defeated England after so many years and at a time when they are playing really well.

“The performance was really great, we were active and made England sweat even though they are a very strong team.”

เศร้าดิ ! ฟาน เดอร์ ซาร์ ชี้ ผีแดง ตอนนี้อาจไม่ดีพอดึงดูดแข้งระดับโลก

เอ็ดวิน ฟาน เดอร์ ซาร์ ตำนานนายทวาร ​แมนเชสเตอร์ ยูไนเต็ด ตั้งข้อสงสัยว่า ณ เวลานี้ทีมรักตนอาจไม่มีเสน่ห์มากพอจะดึงดูดให้เหล่าแข้งระดับโลกเซ็นสัญญาด้วยตามต้องการ

“ผมมั่นใจว่า โอเล กุนนาร์ โซลชาร์ และ เอ็ด วู้ดเวิร์ด จะต้องมีรายชื่อของนักเตะที่อยากซื้อมาเสริมทัพในมือเพียบเลยแหละ เพราะพวกเรามีเครือข่ายอยู่มากมายทั่วโลก” น้าซาร์ กล่าว

“มุมมองของสโมสรคือ เราเชื่อว่าจะสามารถซื้อใครมาเสริมทัพก็ได้ตามต้องการผ่านการเจรจา แต่สำหรับมุมมองของนักเตะล่ะ ? อย่าลืมนะว่าแข้งเก่ง ๆ ดัง ๆ ต้องอยากเล่นให้กับทีมที่แข็งแกร่งสุดเสมอ มีโอกาสประสบความสำเร็จ ได้ลุ้นแชมป์ต่อเนื่องทุกฤดูกาล”

“คำถามคือ ในเมื่อ แมนเชสเตอร์ ยูไนเต็ด อยากเซ็นสัญญากับแข้งระดับโลก พวกคุณดีพอดึงดูดให้พวกเขาอยากฝากอนาคตแค่ไหน ? ถ้ารู้สึกว่ามันยังไม่มากพอ ก็จงรีบแก้ไขปรับปรุงและทำให้มันดีขึ้นโดยด่วน”

“อย่าลืมนะ ไม่ว่าใครก็ตามย่อมอยากเซ็นสัญญากับทีมฟุตบอลที่เดินอยู่บนเส้นทางดี ๆ ด้วยกันทั้งนั้นแหละ”

Malaysia tidak lakukan secukupnya

KAMERA beberapa kali memfokus kepada Tan Cheng Hoe dengan pelbagai gelagatnya di tepi padang – menempikkan arahan, mengangkat isyarat tangan sebagai meluahkan rasa tidak puas hati atau sekadar bercekak pinggang seakan-akan menerima apa saja kesudahan buat pasukannya.

Dan sesekali kamera televisyen menunjukkan rakan sejawatannya, Park Hang-seo, duduk di kerusi jurulatih dengan membiarkan saja kepada pemain melakukan apa saja yang sudah diarahkannya.

Dua visual berlawanan itu memadai untuk menceritakan kesimpulan daripada perlawanan di Stadium Nasional My Dinh, Hanoi malam tadi yang dimenangi tuan rumah itu 1-0 tanpa Malaysia menghadirkan apa-apa ancaman.

Malah, tidak keterlaluan untuk mengandaikan Malaysia sebenarnya takut untuk berdepan Vietnam – lawan yang tiga kali gagal ditundukkan mereka di gelanggang lawan itu sepanjang kempen Piala Suzuki AFF tahun lalu.

Berlawanan dengan apa yang digembar-gemburkan ketua jurulatih Harimau Malaya itu mahupun pemainnya sebelum perlawanan, barisan negara masih tidak berupaya menembusi tembok psikologi berdepan Vietnam hingga apa yang pernah mereka pertontonkan sewaktu menentang Indonesia dan Emiriah Arab Bersatu (UAE) di peringkat kumpulan ini sebelumnya gagal diulangi.

Semangat melawan tidak pun terserlah, kesungguhan untuk mengimbangi perlawanan tidak terlalu ketara, apatah lagi DNA bola sepak Malaysia yang memulakan gerakan dari bawah dengan bersulamkan hantaran-hantaran pendek langsung tidak menjadi.

Vietnam – pasukan yang mara sejauh suku akhir dalam kempen Piala Asia di UAE, Januari lalu – memiliki lebih keinginan untuk memenangi perlawanan ini. Seri 0-0 di gelanggang Thailand dalam perlawanan pertama, hanya kemenangan dicari mereka sebagai pembuka kempen di tempat sendiri.

Sebaliknya, Malaysia bermain seolah-olah bukan dengan niat mencari kemenangan tapi semata-mata untuk mengelakkan kekalahan. Kesudahannya, mereka tidak mendapat kedua-duanya.

Barangkali tidak keterlaluan juga untuk merumuskan taktikal Hang-seo jauh mengatasi Cheng Hoe pada ketika keinginan dan keupayaan menyerang pemain-pemainnya langsung lekang untuk menerbitkan harapan sekalipun untuk mendapat satu mata.

Norshahrul Idlan Talaha gagal menggerunkan tuan rumah dengan potongan rambut barunya, Safawi Rasid dan Mohamadou Sumareh langsung ditenggelami sambil wira hatrik Sabtu lalu, Syafiq Ahmad, langsung tidak diberi ruang untuk menoleh.

Runtuhnya barisan serangan negara, yang diburukkan lagi oleh hilangnya penguasaan bahagian tengah, mendatangkan ancaman amat besar hinggakan kedua-dua pertahanan sayap, Matthew Davies dan Corbin Ong, yang sebelumnya kerap naik membantu serangan, tidak berpeluang melakukannya kerana sibuk bertahan.

Akibatnya, bola yang dihantar ke depan akan segera kembali ke kawasan sendiri dan tanpa Vietnam menyerlahkan permainan terbaiknya sekalipun, pertahanan dan pintu gol negara lambat-laun akan bolos juga.

Itu berlaku pada minit ke-39 apabila daripada satu lambungan kapten, Que Ngoc Hai, pertahanan, Shahrul Saad, yang teragak-agak membolehkan Nguyen Quang Hai memintasnya untuk menyepak masuk melepasi terpaan Farizal Marlias.

Tiada silapnya seruan Cheng Hoe bahawa kerjasama sepasukan menjadi taktikalnya, begitu juga Norshahrul yang berpegang kepada semangat untuk menamatkan kemarau kemenangan atau Mohamadou Sumareh yang diuar-uarkan mahu melepaskan geram.

Silapnya semua yang dilaungkan itu gagal diterjemahkan kesebelasan negara malam ini.

Pada penghujungnya, Vietnam terserlah selaku pasukan yang lebih baik dan hanya tidak bernasib baik untuk menambah jaringan apabila sepakan Nguyen Anh Duc dalam keadaan kelam-kabut di depan gol pada minit ke-72, sempat ditampan Shahrul daripada menerjah jaring.

Bungkam Timnas Indonesia 5-0, Pelatih UEA Puas dengan Kinerja Pemainnya

DUBAI – Kebahagiaan tengah menyelimuti perasaan Pelatih Tim Nasional (Timnas) Uni Emirat Arab (UEA), Bert Van Marwijk, lantaran timnya berhasil membungkam Indonesia dengan skor telak 5-0. Marwijk pun memuji kinerja anak asuhnya yang dinilai begitu memuaskan dalam laga tersebut.

UEA memang berhasil menuai hasil manis kala menjamu Timnas Indonesia dalam matchday ketiga babak penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Laga yang digelar di Stadion Al Maktoum, Dubai, itu berakhir dengan kemenangan UEA dengan skor 5-0.

Menurutnya Marwijk, kinerja apik yang ditunjukkan para pemainnya telah membuat laga berhasil didominasi oleh UEA. Banyak peluang pun yang akhirnya didapat oleh Ahmed Barman dan kawan-kawan, khususnya di babak kedua.

Laga Timnas UEA vs Timnas Indonesia. (Foto: PSSI)

Pada babak tersebut, UEA bisa mencetak empat gol lewat aksi Tariq Ahmed Hassan dan hattrick Ali Ahmed Mabkhout. Empat gol ini melengkapi kemenangan UEA menjadi 5-0. Kini, UEA pun bertengger di puncak klasemen sementara Grup G dengan enam poin. Sementara itu, Timnas Indonesia terkubur di dasar klasemen dengan nol poin.

“Saya merasa senang dengan penampilan pemain dan hasil. Kami 90 persen mendominasi permainan dan berhasil unggul lebih dulu. Di babak pertama, kami tidak menciptakan banyak peluang. Tapi di babak kedua, kami mendapatkan tujuh, termasuk empat di antaranya menjadi gol,” ujar Marwijk, sebagaimana dikutip dari Goal, Jumat (11/10/2019).

Laga Timnas UEA vs Timnas Indonesia. (Foto: PSSI)

“Saya sangat senang dengan tingkat disiplin pemain, tidak hanya dari segi taktik, tapi juga tak ada yang mendapatkan kartu. Saya mengharapkan banyak hal dan itu diterapkan pemain dengan baik sekali,” tukas pelatih berusia 67 tahun tersebut.

Clarke hopes Scotland have hit lowest point after heavy defeat to Russia

Scotland manager Steve Clarke during the UEFA Euro 2020 qualifying, group I match at the Luzhniki Stadium, Moscow.

Scotland manager Steve Clarke told his players to make sure their 4-0 defeat in Russia was the “lowest of the low” after putting their second-half capitulation down to “fragile confidence”.

Scotland goalkeeper David Marshall only had one save to make in the first half in Moscow and the visitors improved in possession in the early stages of the second period.

But Artem Dzyuba’s 57th-minute opener sparked a flurry of goals. Dzyuba volleyed home after holding off Charlie Mulgrew from a corner and later stabbed home his second after Scotland switched off following a short corner.

Magomed Ozdoev thumped home from long range and Aleksandr Golovin slotted home from 10 yards as Scotland endured a second successive 4-0 loss.

Clarke has now suffered four defeats in his five games in charge and Scotland sit fifth in European Championship qualifying Group I, four points adrift of Cyprus in third.

When asked where it had gone wrong, Clarke said: “We conceded a soft goal. The first goal is soft, from a corner. Man on man we have to do better.

“From there we quickly found our way out the game. We allowed the game to run away from us.

“I have to put it down to fragile confidence. The players seemed to lose heart very quickly, which is unfortunate because we had done OK up to that point.”

With a top-two finish all but impossible before Scotland kicked off in the Luzhniki Stadium, Clarke had been looking to start building for the play-offs in March.

When asked how he builds Scotland up with just three games left, he said: “Hard work, maybe one or two different selections in terms of squad as well as starting 11. We can’t keep conceding goals.

“You have to give a nod of your head to the quality of opposition we have faced recently in Belgium and Russia, two very good teams who I am sure will be involved in the latter stages of Euro 2020.

“But for us it’s trying to make sure this is the very, very bottom of the lowest and then build from here and make sure come March we are able to be very, very competitive and get through the play-offs and give ourselves the chance to be in the same championships.”

The former Kilmarnock boss added: “In all the games we have played there have been moments where you can see what we are trying to do and where we are trying to get to.

“But listen, the results are dreadful, there is no getting away from that.

“We have to do better, we have to work harder and we have to make sure as a group of people working together that we keep improving. And we have to make sure this is the lowest of the low.”

Russia head coach Stanislav Cherchesov gave his opinion on how the game had changed.

“I told the players at half-time – and before the game but they didn’t listen – that we shouldn’t pass the ball too much in the middle of the field, just send the ball to areas where there was danger,” he said.

金特尔原本预计休战6周,如今有望提前回归

据《图片报》的报道,门兴的德国国脚金特尔在上轮联赛后被诊断为肩关节脱臼,原本预计将休战6周时间,但如今,他有可能提前回归。

门兴主管艾贝尔表示:“他的肩膀可以保守治疗,这会缩短他的治疗时间,我们的医疗部门在尽全力让他尽快回归。”

《图片报》称,金特尔希望能够出战2周后对阵罗马的欧联杯比赛,在小组赛前2场只拿到1分的情况下,这场比赛如若再输球,门兴可能会提前出局。